Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hanya Masalah Sandal, Remaja di Surabaya Dikeroyok hingga Tewas

Hanya Masalah Sandal, Remaja di Surabaya Dikeroyok hingga Tewas
Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Sukma Shakti)
Intinya Sih
  • Seorang remaja Surabaya bernama TJK (19) meninggal dunia setelah lima hari dirawat intensif akibat luka parah di kepala yang diduga hasil pengeroyokan teman-temannya.
  • Pengeroyokan bermula dari masalah sepele terkait sandal hilang, dan keluarga korban melaporkan kasus ini ke polisi untuk memastikan motif sebenarnya.
  • Polrestabes Surabaya telah menangkap empat terduga pelaku berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU, yang kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Seorang remaja meninggal dunia usai jadi korban pengeroyokan oleh sejumlah temannya. Masalahnya hanya soal sandal.

Korban adalah TJK (19). Ia meninggal dunia pada Kamis (4/6/2025) pukul 04.11 WIB usai menjalani perawatan intensif selama lima hari di ruang ICU RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Kondisinya kian memburuk karena mengalami penurunan fungsi organ. Jenazah TJK telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari proses penyelidikan polisi.

Kakak korban, Hana Novia Kristiani (32) mengatakan, peristiwa pengeroyokan itu twrjasi pada Minggu (31/5/6). Saa itu adiknya hendak membeli paket data internet. Ketika berada di konter pulsa, korban didatangi sejumlah remaja.

Tiba-tiba, tak tahu apa yang terjadi teman sekolah TJK datang ke rumah Hana dan memberi tahu adiknya sudah tak sadarkan diri. "Keluarga langsung ke rumah sakit dan mendapati kondisi Thomas sangat kritis," kata Hana, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan keterangan medis TJK mengalami luka di kepala cukup parah. Kepala bagian belakang robek, pendarahan cukup hebat dan pembuluh darah pecah.

Tim medis telah berusaha menyelamatkan Korban, tetapi kondisi korban kian kritis. TJK kemudian meninggal dunia pada Kamis dini hari.

Keluarga menduga, TJK meninggal karena dikeroyok. Dugaan ini lantaran ada sekelompok remaja datang ke rumah sakit untuk meminta maaf kepada keluarga.

"Saat pertama kali dibawa ke dokter, banyak anak-anak yang tengah berkumpul sekitar 10-20 anak. Lalu ada beberapa anak yang megang tangan tante saya (ibu korban) dan menyampaikan permohonan maaf," katanya.

Sementara soal motif, diduga korban terlibat perselisihan dengan para pelaku. Masalahnya soal sandal yang hilang.

"Saya sudah beritikad baik mengganti dengan sandal baru. Sangat disayangkan jika persoalan seperti itu sampai berujung pada tindakan yang menghilangkan nyawa seseorang,” katanya.

Keluarga telah melaporkan kasus ini ke polisi. Mereka pun menunggu hasil penyelidikan polisi untuk memastikan motif.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto menyampaikan telah menangkap empat terduga pelaku. Mereka ialah CJF, AAY, KVRL dan RU.

"Ya benar sudah diamankan empat orang," ujarnya kepada media. Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan kepada para terduga pelaku.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More