Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Masih Tertahan di Arab Saudi

3 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Masih Tertahan di Arab Saudi
Ilustrasi proses pemulangan jemaah haji. (Dok. PPIH Surabaya)
Intinya Sih
  • Tiga jemaah haji Debarkasi Surabaya masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi karena kondisi kesehatan, sementara ribuan lainnya telah tiba di Tanah Air.
  • Hingga 5 Juni 2026, sebanyak 7.581 jemaah dan petugas atau sekitar 17 persen dari total keberangkatan sudah kembali melalui Debarkasi Surabaya.
  • PPIH memastikan pemantauan intensif terhadap jemaah yang sakit serta menyampaikan duka cita atas dua jemaah wafat selama proses pemulangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Di tengah lancarnya proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya, masih ada tiga jemaah yang belum bisa kembali ke Indonesia karena harus menjalani perawatan medis di rumah sakit Arab Saudi.

Ketiga jemaah tersebut tertahan saat ribuan jemaah lainnya telah tiba di Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat hingga 5 Juni 2026 pukul 23.00 WIB, sebanyak 7.581 jemaah dan petugas atau sekitar 17 persen dari total jemaah yang diberangkatkan telah kembali ke Indonesia.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam mengatakan ketiga jemaah yang masih dirawat tersebut terus dipantau kondisinya oleh petugas kesehatan haji di Arab Saudi.

"Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif terhadap jemaah yang masih dirawat agar mendapatkan penanganan terbaik dan dapat segera dipulangkan apabila kondisi kesehatannya memungkinkan," ujarnya.

Mereka adalah Mohammad Dzikri Muiz (65), asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 4 yang menjalani perawatan di rumah sakit Jeddah karena kanker. Kemudian Siti Mutmainah Asari (64), asal Kota Malang dari Kloter 14 yang dirawat di Rumah Sakit Bandara Taif. Satu jemaah lainnya adalah Matory Ahmad Jalil (78), asal Kota Malang dari Kloter 14 yang menjalani perawatan di RS King Faisal akibat sesak napas.

PPIH memastikan ketiga jemaah tersebut tetap mendapatkan pendampingan dan layanan kesehatan selama menjalani perawatan di Arab Saudi. Pemulangan baru akan dilakukan setelah tim medis menyatakan kondisi mereka layak terbang.

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya hingga kini berjalan sesuai jadwal. Sampai Kloter 20, sebanyak 7.581 jemaah dan petugas telah tiba di Tanah Air. Jumlah tersebut terdiri atas 7.441 jemaah, 33 Petugas Haji Daerah (PHD), 27 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 80 petugas kloter dan petugas pendukung lainnya.

Secara keseluruhan, Embarkasi Surabaya tahun ini memberangkatkan 44.000 jemaah dan petugas dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Artinya, hingga saat ini masih terdapat 36.419 jemaah dan petugas yang berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kelompok terbang masing-masing.

Di tengah proses pemulangan tersebut, PPIH juga mencatat adanya 23 mutasi keluar yang terdiri dari 10 jemaah wafat di Arab Saudi, lima jemaah sakit di Arab Saudi, satu jemaah pulang secara mandiri, dan tujuh kursi kosong.

PPIH Debarkasi Surabaya juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah yang tercatat dalam proses pemulangan. Keduanya adalah Hery Widianto (69) asal Kota Malang dari Kloter 12 yang wafat di dalam pesawat serta Wayan Rohani Suwasti (63) asal Kota Malang dari Kloter 12 yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Haji Surabaya.

"Kami turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya jemaah haji yang telah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh husnul khatimah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Anam.

Meski terdapat sejumlah kendala kesehatan yang dialami jemaah, PPIH memastikan operasional debarkasi hingga Kloter 20 berjalan lancar. Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, sebanyak 14 kloter tiba tepat waktu, satu kloter datang lebih awal, dan lima kloter mengalami keterlambatan yang tetap dapat ditangani melalui koordinasi petugas bandara dan debarkasi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More