2 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Meninggal di Perjalanan Pulang

- Dua jemaah haji Debarkasi Surabaya dari kloter 12 meninggal dunia saat perjalanan pulang, satu di pesawat dan satu di bus menuju Asrama Haji Sukolilo.
- Penyebab pasti belum diketahui, namun dugaan sementara keduanya mengalami gangguan jantung akibat kondisi fisik yang menurun setelah menjalani ibadah haji.
- Hingga kini total 48 jemaah Debarkasi Surabaya dilaporkan meninggal, sementara PPIH terus memantau kesehatan jemaah untuk mencegah risiko gangguan pascakepulangan.
Surabaya, IDN Times - Kabar duka datang dari Debarkasi Surabaya, Kamis (4/6/2026). Dua orang jemaah haji meninggal dunia saat perjalanan pulang setelah menjalani ibadah haji.
Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan mengatakan, dua jemaah itu tergabung dalam Kelompok Terbang (kloter) 12. Satu di antaranya meninggal di pesawat saat perjalanan ke Tanah Air. Sementara satu lainnya meninggal di bus ketika tiba di Tanah Air perjalanan menuju ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya (AHESS).
"Satu jemaah meninggal dunia di dalam pesawat saat perjalanan menuju Indonesia, sedangkan satu jemaah lainnya wafat di dalam bus dalam perjalanan dari bandara ke Asrama Haji Surabaya," ujarnya.
Belum diketahui pasti apa penyebab dua jemaah tersebut meninggal dunia. Dugaan sementara, keduanya meninggal karena kondisi fisik yang memicu terjadinya gangguan jantung selama pelaksanaan ibadah haji "Kasus yang terjadi di pesawat maupun di bus diduga berkaitan dengan serangan jantung," jelas Rosidi
Hingga hari ini, total jemaah haji Debarkasi Surabaya yang meninggal dunia adalah 48 orang. Satu meninggal di RS Haji Surabaya, satu di pesawat, satu di bus menuju ke Asrama Haji dan lainnya meninggal di Tanah Suci.
Catatan PPIH Debarkasi Surabaya, mayoritas jemaah meninggal karena cardiogenic shock yang memicu terjadinya penyakit jantung. Selain itu, kondisi fisik jemaah yang cukup padat selama ibadah haji memicu munculnya penyakit penyerta. "Kelelahan pascaibadah haji dapat menjadi faktor yang memicu kambuhnya penyakit penyerta yang sebelumnya terkontrol," tuturnya.
PPIH Surabaya kini terus memantau dan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh jemaah haji yang baru sampai di Tanah Air. Hal ini untuk memastikan kondisi kesehatan mereka serta mencegah resiko terjadinya masalah kesehatan.
Pemantau kondisi kesehatan jemaah haji ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terjadinya gangguan kesehatan pascapulang dari Arab Saudi. Selain itu untuk mencegah potensi munculnya masalah kesehatan setelah melakukan perjalanan panjang.



















