Buang Darah Hewan Kurban di Sungai, Warga Surabaya Kena Tipiring

- Warga Surabaya tertangkap membuang darah hewan kurban ke Kali Surabaya saat patroli DLH dan langsung dikenai sanksi tipiring.
- Ada empat kelompok masyarakat terlibat, tiga hanya mendapat teguran karena belum sempat membuang limbah, sementara satu ditindak tegas.
- DLH menegaskan pentingnya menjaga kebersihan Kali Surabaya karena menjadi sumber air PDAM dan habitat ekosistem sekitar.
- Warga Surabaya kedapatan membuang darah hewan kurban di Kali Surabaya, Rabu (27/5/2026). Warga tersebut pun disanksi tindak pidana ringan (tipiring) oleh petugas yang sedang melakukan patroli susur sungai.
Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M Fikser mengatakan, DLH mendapati ada empat kelompok masyarakat yang melakukan aktivitas di sungai. Mereka ada yang mencuci jeroan dan ada juga yang membuang darah hewan kurban.
"Iya, jadi hasil patroli ini kita menemukan ada empat kelompok, ya, yang melakukan pembersihan sama terindikasi ada yang memang membuang rumen juga ke sungai Surabaya ini. Dan satu buang darah," ujarnya.
Tiga kelompok masyarakat kemudian diberi sanksi teguran karena belum sempat membuang rumen ke sungai. Sementara, satu lainnya ditindak tipiring karena kedapatan membuang darah ke sungai.
Warga yang belum sempat membuang rumen ke sungai kemudian diimbau untuk meletakkan rumen ke dalam karung untuk kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
"Mereka mematuhi himbauan kami mereka masukkan dan rumennya, kotorannya itu mereka ikat lagi bawa kembali lagi," jelasnya.
Sementara warga yang ditindak tipiring dimintai KTP. Warga tersebut terancam denda Rp50 juta
"Karena ketika dia melakukan pemotongan itu dia langsung buangnya (darah hewan kurban) ke saluran dan saluran itu langsung masuk ke Kali Surabaya. Sedangkan rumennya memang dia masukkan ke dalam gelanggang," ungkapnya.
Menurut Fikser, menjaga Kali Surabaya adalah tugas semua pihak. Sebab, sungai tersebut menjadi sumber kehidupan bagi warga Surabaya.
"Kali Surabaya ini kan salah satu bahan baku untuk air PDAM, kita tahu Kali Surabaya ini merupakan ekosistem bagi habitat lain, kita coba supaya tidak tercemar," pungkas dia.

















