Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Komando Armada (Koarmada) II Kolonel Laut (P) Harry Setyawan. (dok. IDN Times/Istimewa)
Sebagai Dansatsel yang memimpin seluruh kapal selam di bawah Koarmada II, Harry memang tengah gencar menyosialisasikan deretan kapal selam sebagai alutsista yang selalu siap menjaga kedaulatan NKRI.
Sebulan lalu, pada Senin 22 Maret 2021, Harry sempat membagi informasi kepada awak media di Surabaya, bahwa akan ada rencana pengukuhan kapal selam Alugoro-405 yang berteknologi tinggi buatan PT PAL sebagai alutsista KRI.
Pengukuhan kapal selam Alugoro-405 sebagai komponen kekuatan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) pun telah terwujud. Bertempat di Fasilitas Pelabuhan (Faslabuh) TNI AL Selat Lampa, Ranai Kepulauan Riau, Selasa 6 April 2021, pengukuhan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Menurut Harry, pengukuhan itu sekaligus untuk memberikan deterrent effect atau daya gentar kepada negara lain. Mengingat wilayah NKRI berada di jalur perairan strategis di dunia, karena berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
"Untuk memberikan daya gentar, untuk menghilangkan niat negara lain melecehkan negara kita," kata Kolonel Laut (P) Harry Setyawan saat itu.
Indonesia saat ini memiliki lima unit alutsista kapal selam, yaitu KRI Cakra-401, KRI Nanggala-402 (yang sekarang hilang kontak), KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404 dan KRI Alugoro-405.
Menurutnya, dari kelima kapal selam tersebut, KRI Alugoro-405, KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404 menjadi kapal selam berkapasitas tinggi yang kemampuannya masih bisa ditingkatkan.
"Nanti ke depan bisa ditambahi kemampuannya karena bisa updatable, bisa menambahkan kemampuan rudal dari bawah laut," kata Harry.