Fenomena Embun Upas di Gunung Bromo Kembali Muncul

- Fenomena embun upas kembali muncul di Gunung Bromo sejak pagi hari, menandai awal musim kemarau dengan titik-titik es yang menempel di pasir dan tanaman.
- Suhu udara di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru turun hingga 9 derajat celcius, membuat pengunjung disarankan mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem.
- Embun upas berdampak pada matinya vegetasi dan tanaman warga serta meningkatkan risiko kebakaran hutan, sehingga pihak taman nasional memperingatkan pengunjung agar lebih waspada.
Malang, IDN Times - Memasuki musim kemarau, hampir pasir di Gunung Bromo kembali dipenuhi titik-titik es yang mirip salju. Fenomena ini biasa disebut sebagai frost alias embun upas atau membekunya embun menjadi titik-titik es yang menempel di pasir dan tanaman di Gunung Bromo.
1. Embun upas mulai terlihat di Gunung Bromo sejak pagi ini

Salah seorang pemandu wisata Gunung Bromo, Ahnaf Lentera Jagad mengungkapkan jika embun upas mulai terlihat di kawasan Gunung Bromo sejak pagi hari ini. Embun upas bisa dilihat wisatawan di wilayah Lautan Pasir Gunung Bromo.
"Sepertinya hari ini yang pertama muncul (embun upas), terlibat tadi sejak subuh sampai sekitar pukul 7 pagi. Jadi memang sekarang kan mulai masuk kemarau, jadi biasa terjadi embun upas, tapi kayaknya memang lebih cepat muncul tahun ini," terangnya pada Senin (8/6/2026).
2. Suhu udara di kawasan Bromo Tengger Semeru kini capai 9 derajat celcius

Sementara itu, Kepala Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengingatkan pengunjung Gunung Bromo dan Gunung Semeru yang ingin melihat fenomena embun upas agar lebih bersiap. Pasalnya kini suhu udara di kawasan Bromo-Tengger-Semeru akan jadi makin ekstrem, ia melaporkan kalau saat ini suhu udara di sana mencapai 9 derajat celcius saat pagi hari.
"Pengunjung bisa melihat embun es tidak hanya di Bromo. Biasanya embun es juga muncul di sekitar kawasan Ranupani sampai Ranu Kumbolo. Hampir semua yang ada di dalam kawasan TNBTS bisa timbul embun es," bebernya.
3. Embun es memicu matinya vegetasi hingga alarm kebakaran hutane

Lebih lanjut, Rudijanta juga mengungkapkan jika embun upas juga menyebabkan dampak buruk pada vegetasi di sana. Pasalnya es didedaunan bisa menyebabkan tanaman menjadi mati karena terpapar udara dingin yang sangat ekstrem.
"Memang sedikit banyak berdampak terhadap beberapa vegetasi yang ada di sekitar lokasi ditemukannya embun upas. Karena dedaunan dan tanaman itu bisa menjadi kering, disebabkan terkena dari es dinginnya es dari embun upas tersebut," terangnya pada Jumat (25/7/2025).
Selain itu, embun upas juga jadi kekhawatiran bagi penduduk lokal atau masyarakat Tengger. Ini dikarenakan embun upas bisa menyebabkan tanaman pertanian warga mati. "Karena embun upas bisa menyebabkan kematian dari tumbuhan yang terkena embun upas tersebut. Masyarakat lokal juga khawatir sengan embun es ini," jelasnya.
Tidak hanya itu, kemunculan embun upas ini juga jadi penanda musim kemarau di Indonesia. Ini juga jadi kekhawatiran bagi BB TNBTS karena potensi kebakaran juga semakin tinggi di kawasan hutan Bromo Tengger Semeru.
"Kondisi ini mengingatkan kita bahwa kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sudah mulai musim kemarau. Sehingga kita semua harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan di dalam kawasan Taman Nasional," tandanya.
Oleh karena itu, ia juga mengingatkan pengunjung untuk tidak menyalakan api atau membawa bahan mudah terbakar di kawasan Bromo Tengger Semeru. Ia memastikan akan memberikan sanksi bagi pengunjung yang menyebabkan kebakaran hutan.


















