Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hari Koma, Staf BPN Korban Jambret di Belakang Grand City Tutup Usia

4 Hari Koma, Staf BPN Korban Jambret di Belakang Grand City Tutup Usia
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
Intinya Sih
  • WR, staf BPN Surabaya berusia 28 tahun, meninggal dunia setelah empat hari koma akibat dugaan penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa belakang Grand City Mall.
  • Korban mengalami luka parah di kepala setelah tasnya dirampas dua pelaku motor hingga terjatuh; helmnya terlepas dan ditemukan tak sadarkan diri di lokasi kejadian.
  • Polisi telah menangkap satu pelaku sementara satu lainnya masih buron; keluarga korban berharap seluruh pelaku segera ditangkap dan mendapat hukuman setimpal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Nasib tragis menimpa WR (28), seorang staf Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menjadi korban dugaan penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, belakang Grand City Mall Surabaya. Setelah berjuang selama empat hari dalam kondisi kritis di rumah sakit, perempuan muda tersebut akhirnya meninggal dunia.

Korban mengembuskan napas terakhir pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sebelumnya, WR menjalani perawatan intensif sejak Selasa (2/6/2026) malam usai ditemukan tak sadarkan diri di tepi jalan dengan luka berat di bagian kepala.

"Iya, dirawat mulai Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat sekitar jam tiga sore meninggal dunia," kata ibu korban, Isnaini Budiarti (53), Minggu (7/6/2026).

Menurut Isnaini, putrinya sempat menjalani operasi sesaat setelah dirujuk ke RSUD Dr Soetomo. Namun kondisi korban terus menurun hingga akhirnya tidak tertolong. Luka paling parah dialami korban pada bagian kepala. Saat ditemukan warga, helm yang dikenakan WR sudah terlepas dan korban tergeletak tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

"Luka di bagian kepala paling banyak. Dia tergeletak, helmnya sudah copot," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, peristiwa itu terjadi ketika WR pulang bekerja dari kantornya pada Selasa sore. Saat melintas di kawasan Jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di belakang Grand City Mall, korban diduga menjadi sasaran penjambretan.

Dua pelaku yang berboncengan motor disebut merampas tas milik korban hingga menyebabkan korban terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya. Tas yang dibawa korban berisi telepon seluler, dompet, dan sejumlah barang pribadi lainnya.

"Kejadiannya saat pulang kerja. Yang diambil tas berisi ponsel dan dompet," tutur Isnaini.

Sebelum mengetahui putrinya menjadi korban kejahatan jalanan, Isnaini mengaku sempat dilanda kecemasan karena WR tak kunjung pulang hingga malam hari. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya centang satu dan panggilan telepon tak pernah dijawab.

Keluarga baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari tetangga di Rusun Indrapura yang menginformasikan bahwa WR mengalami kecelakaan dan sedang dirawat di rumah sakit.

Isnaini menyebut polisi telah menangkap satu orang yang diduga terlibat dalam aksi penjambretan tersebut. Namun satu pelaku lainnya hingga kini masih dalam pengejaran.

"Katanya dua orang pelaku naik motor. Sudah tertangkap satu," ungkapnya.

Kakak korban, Irma M (33), meminta kepolisian segera menangkap pelaku yang masih buron. Ia berharap seluruh pelaku mendapat hukuman setimpal karena aksi mereka telah merenggut nyawa adiknya.

"Pihak polisi semoga bisa menangkap semua pelaku karena sudah menghilangkan nyawa. Jahat banget ini, sudah cukup ke adik saya, jangan sampai terjadi ke yang lain," katanya.

Sebelumnya, WR ditemukan tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa belakang Grand City Mall sekitar pukul 17.35 WIB. Saat ditemukan, korban mengenakan seragam batik Korpri berwarna biru, jaket putih, celana panjang hitam, dan kerudung hitam.

Petugas BPBD Surabaya yang pertama kali menerima laporan menemukan korban dalam kondisi tidak sadar dengan dugaan luka benturan keras di kepala. Di lokasi kejadian hanya ditemukan sepeda motor Honda Beat milik korban dan tali tas yang sudah putus.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dr Soetomo menggunakan ambulans PMI Kota Surabaya. Karena tidak membawa identitas, petugas sempat kesulitan melakukan proses administrasi rumah sakit hingga akhirnya identitas korban berhasil diketahui melalui koordinasi antara Command Center 112, kepolisian, Satpol PP, dan relawan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More