Peternak Menjerit, Telur Kini Wajib Hadir 3 Kali di MBG

- Pemerintah Jawa Timur dan BGN sepakat menaikkan penggunaan telur menjadi tiga kali seminggu dalam Program Makan Bergizi Gratis untuk menyerap surplus produksi peternak.
- Koperasi serta asosiasi peternak akan menjadi pemasok langsung telur ke dapur Mitra SPPG guna memangkas rantai distribusi dan meningkatkan keuntungan peternak.
- Seluruh transaksi pengadaan telur MBG dilakukan langsung dengan koperasi atau asosiasi peternak dengan harga minimal Rp24.000 per kilogram sesuai arahan Gubernur Khofifah.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya turun tangan merespons anjloknya harga telur ayam ras yang membuat ribuan peternak merugi. Kedua pihak menyepakati tiga langkah strategis untuk mengangkat harga telur di tingkat peternak yang kini terpuruk di kisaran Rp20.000-Rp20.500 per kilogram.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan langkah pertama yang disepakati adalah meningkatkan penggunaan telur dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi minimal tiga kali dalam sepekan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat penyerapan surplus produksi telur yang selama ini menekan harga di tingkat peternak.
"BGN telah menyetujui penggunaan menu telur minimal tiga kali seminggu untuk membantu meningkatkan serapan produksi peternak," ujarnya.
Langkah kedua, koperasi dan asosiasi peternak telur rakyat di Jatim akan menjadi pemasok langsung kebutuhan telur ke dapur-dapur Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Skema ini sekaligus memangkas rantai distribusi yang selama ini dinilai membuat peternak tidak menikmati harga jual yang layak.
Sementara langkah ketiga, seluruh transaksi pengadaan telur untuk kebutuhan MBG akan dilakukan langsung dengan koperasi atau asosiasi peternak dengan harga minimal Rp24.000 per kilogram. "Dan akan dinaikkan secara bertahap sesuai harga acuan pemerintah," tegas Emil.
Menurutnya, kebijakan harga minimal tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setelah melihat kondisi peternak yang terus merugi akibat jatuhnya harga telur dalam beberapa pekan terakhir.
Saat ini harga telur di tingkat peternak hanya berkisar Rp20.000-Rp20.500 per kilogram. Padahal, harga di tingkat konsumen mencapai Rp25.000 - Rp26.000 per kilogram. Sementara SPPG selama ini membeli telur dari pemasok dengan harga sekitar Rp25.000 per kilogram.
"Karena itu kami mendorong agar SPPG membeli langsung dari peternak atau koperasi peternak sehingga margin yang selama ini dinikmati perantara bisa kembali ke peternak," pungkasnya.


















