Jatim Siapkan 19 Sekolah Rakyat Permanen dan Guru Agama

- Pemprov Jawa Timur menyiapkan pembangunan 19 Sekolah Rakyat permanen di berbagai kabupaten dan kota sebagai bagian dari kelanjutan program SR tahap 1A hingga 1C.
- Dukungan Pemprov mencakup penyediaan lahan, bangunan, fasilitas kebersihan, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa melalui kerja sama dengan rumah sakit dan layanan kesehatan daerah.
- Dinas Sosial Jatim akan menghadirkan empat guru agama di setiap SR bekerja sama dengan Fatayat NU dan PC NU, dengan gaji ditanggung melalui dana Unit Pengumpulan Zakat Dinsos Jatim.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mencatatkan diri sebagai daerah dengan jumlah Program Sekolah Rakyat (SR) terbanyak di Indonesia. Hingga April 2026, sebanyak 26 SR beroperasi di berbagai wilayah Jatim dalam tahap 1A, 1B, dan 1C.
Kini, pemprov menyiapkan rencana pembangunan SR permanen di 19 kabupaten/kota. Daerah yang masuk dalam daftar, meliputi Sampang, Kabupaten Kediri, Gresik, Kota Kediri, Ngawi, Kabupaten Malang, Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Tuban, Kabupaten Madiun, Pacitan, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Surabaya, Jombang, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, hingga Trenggalek.
Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, menyebut dukungan pemerintah daerah terhadap program ini tidak hanya terbatas pada penyediaan lokasi, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung operasional.
"Support Pemprov Jatim terhadap program nasional itu terus berjalan,” tegansya, Minggu (19/4/2026).
Bentuk dukungan tersebut di antaranya berupa penyediaan aset lahan serta bangunan untuk digunakan sebagai lokasi SR. Diantaranya Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (UPT PPSPA) Batu Dinsos Jatim, BPSDM Kawi Malang, SMK Maritim Lamongan, Balai Latihan Kerja Tuban, serta BLK Singosari di Malang.
Selain penyediaan tempat, Pemprov Jatim juga melengkapi kebutuhan kebersihan siswa, menugaskan Kepala UPT di lingkungan Dinsos Jatim sebagai PIC di setiap lokasi SR. Bahkan pemeriksaan kesehatan gratis turut dimediasi dengan rumah sakit milik Pemprov Jatim maupun fasilitas pelayanan kesehatan (Yankes) setempat.
Bahkan, Novi mengungkapkan, Dinsos Jatim akan membantu menghadirkan guru agama di setiap SR di Jatim, tentunya bekerja sama dengan Fatayat NU dan Pengurus Cabang (PC) NU di Jatim. Setiap SR nantinya akan ditempatkan empat guru agama.
"Nantinya penempatan guru agama itu gajinya akan ditanggung oleh Pemprov Jatim melalui dana Unit Pengumpulan Zakat Dinsos Jatim,” pungkasnya.


















