Isu Lingkungan dan Wisata jadi Tema Debat Pertama Pilkada Kota Batu

Malang, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu akhirnya menetapkan tanggal 21 Oktober 2024 sebagai debat perdana Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu. Debat ini akan mempertemukan Pasangan Calon (Paslon) Nurohman-Heli Suryanto, Firhando Gumelar-Rudi, dan Krisdayanti-Kresna Dewanata Phrosakh.
1. Isu lingkungan dan pariwisata jadi tema debat pertama

Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto mengungkapkan jika pada debat pertama akan ada 5 panelis dengan latar belakang akademisi, profesional, dan tokoh masyarakat. Mereka akan memberikan pertanyaan pada para paslon mengenai tema debat yaitu isu lingkungan dan wisata.
"Untuk temanya lingkungan sama pariwisata. Kami sudah menentukan panelisnya tetapi sekarang masih terus digodok konsepnya agar lebih matang," terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis (17/10/2024).
Tema ini memang tengah jadi perbincangan panas di Kota Batu. Pasalnya di tengah-tengah berkembang pesatnya pariwisata di Kota Batu, ada deforestasi yang menyebabkan rusaknya lingkungan yang menyebabkan ancaman bencana. Sehingga ketiga paslon diminta memaparkan rencana solusi pembangunan pariwisata yang tidak merusak lingkungan.
2. KPU Kota Batu tetapkan hanya boleh ada 50 simpatisan yang datang mendukung

KPU Kota Batu mempersilahkan para pendukung debat untuk datang ke lokasi debat di Hotel Golden Tulip Kota Batu. Tapi mereka membatasi setiap paslon hanya boleh membawa 50 orang simpatisan saja. Pihak kepolisian juga telah diajak berkoordinasi untuk menjaga di area luar hotel.
"Kota batasi hanya 50 orang simpatisan yang asa di dalam. Sementara yang di luar itu penanganannya kepolisian, kami sudah berkoordinasi soal itu," tegasnya.
3. Debat kedua dan ketiga akan dilaksanakan di bulan November 2024

KPU Kota Batu juga telah memutuskan jadwal untuk debat kedua dan ketiga yang mana akan dilaksanakan pada 6 November 2024 dan 23 November 2024. Tapi mereka belum menentukan tema dan lokasi debat akan dilaksanakan di mana.
"Pilihan temanya ada banyak mulai masalah pertanian, perlindungan anak, dan lain-lain. Kalau panelisnya nanti sama dengan debat pertama, yaitu 5 orang dari latar belakang profesional, akademisi, dan tokoh masyarakat," pungkasnya.



















