Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Deretan Dampak Nyata Pemadaman Listrik di Jatim

Deretan Dampak Nyata Pemadaman Listrik di Jatim
Ilustrasi Puisi Lilin Tatkala Lampu Mati (Pexels/Dhivakaran S)
Intinya Sih
  • Pemadaman listrik bergilir di Jawa Timur terjadi akibat lonjakan beban malam hari hingga 445 MW, berdampak pada transportasi, air bersih, dan lalu lintas.
  • Pemerintah provinsi menekankan pentingnya mitigasi dan koordinasi lintas instansi agar sektor vital seperti rumah sakit dan perlintasan kereta tetap aman saat pemadaman.
  • Pasokan listrik mulai membaik secara bertahap, sementara Pemprov Jatim terus melakukan evaluasi dan monitoring untuk menjaga stabilitas serta meminimalkan gangguan layanan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim) berdampak pada berbagai layanan publik, mulai dari transportasi, sistem air bersih, hingga lalu lintas jalan. Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menyebut, kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya beban listrik pada jam puncak malam hari yang menyebabkan kebutuhan pengurangan beban mencapai sekitar 445 megawatt (MW) pada periode tertentu.

Emil menjelaskan bahwa pemadaman terjadi terutama saat beban listrik meningkat antara pukul 18.00 - 21.00 WIB. “Memang ada kekurangan pasokan kalau malam hari itu beban meningkat. Total 445 MW yang harus dipadamkan, tetapi itu posisi per kemarin lusa,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir terdapat indikasi perbaikan pasokan sehingga kebutuhan pemadaman mulai berkurang secara bertahap, meski pola konsumsi listrik masih menunjukkan lonjakan pada malam hari.

Emil menyebut sejumlah sektor vital ikut terdampak, terutama perlintasan kereta api, lampu lalu lintas, dan layanan air bersih yang dikelola oleh . “Yang berbahaya ini perlintasan kereta api, traffic light, PDAM juga merasakan dampaknya. Rumah sakit juga harus kita pastikan tidak terganggu,” katanya.

Ia menegaskan perlunya mitigasi agar gangguan listrik tidak menghambat sistem keselamatan publik. Pemerintah provinsi telah meminta koordinasi lebih ketat dengan serta dinas terkait untuk memastikan pemadaman terencana disertai pemberitahuan kepada sektor-sektor kritis.

Emil menyebut, di beberapa wilayah sudah ada sistem komunikasi melalui grup WhatsApp lintas elemen yang memberi informasi satu hingga dua jam sebelum pemadaman, namun efektivitasnya masih perlu dievaluasi, terutama pada level kabupaten dan lintas instansi seperti Dinas Perhubungan, PDAM, hingga PT Kereta Api Indonesia.

"Jangan sampai nanti perlintasannya mati tapi tidak ada yang bisa mengantisipasi,” katanya.

Terkait dampak ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM, Emil menegaskan bahwa mekanisme kompensasi berada di luar kewenangan pemerintah provinsi, namun dinas terkait tetap melakukan pemantauan terhadap dampak yang terjadi di lapangan.

Sementara itu, pemerintah menyebut pasokan listrik mulai menunjukkan pemulihan bertahap berdasarkan hasil koordinasi dengan pengelola sistem kelistrikan, meski evaluasi dan monitoring masih terus dilakukan untuk memastikan stabilitas beban.

“Sudah ada update lokasi sudah normal kembali dan harusnya tidak ada lagi manajemen beban besar. Hari ini evaluasi dan monitoring,” kata Emil, seraya menegaskan bahwa Pemprov Jatim tetap siaga untuk meminimalkan dampak terhadap layanan publik.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More