Menumpang Listrik di Minimarket saat Surabaya Gelap

- Warga Surabaya mengalami pemadaman listrik bergilir hingga beberapa jam, membuat aktivitas harian terganggu dan sebagian warga mencari tempat lain untuk mengisi daya perangkat.
- Pemadaman terjadi di sejumlah wilayah seperti Semolowaru, Jambangan, Genteng, Mojo, dan Kaliwaron akibat gangguan teknis pada dua unit pembangkit besar yang tidak beroperasi sementara.
- PLN UID Jawa Timur menjelaskan langkah manajemen beban dilakukan secara terbatas untuk menjaga keandalan sistem, sambil mempercepat pemulihan dan meminimalkan dampak bagi pelanggan.
Surabaya, IDN Times - Menjelang malam, ketika sebagian warga bersiap beristirahat setelah seharian bekerja, Sari (31) justru harus mencari sumber listrik di luar rumahnya. Perempuan yang tinggal di kawasan Kaliwaron, Surabaya itu menghabiskan Jumat (19/6/2026) dengan berpindah tempat demi mengisi daya ponsel dan bertahan di tengah pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Surabaya.
Pemadaman sudah ia rasakan sejak masih berada di kantor. Sari bekerja di kawasan Ketabang, Kecamatan Genteng. Sekitar pukul 17.00 WIB, listrik di kantornya tiba-tiba padam. Hingga satu setengah jam kemudian, aliran listrik belum juga kembali.
"Tadi listrik di kantor padam mulai pukul 17.00 WIB, sampai pukul 18.30 WIB listrik belum menyala," kata Sari kepada IDN Times.
Saat memutuskan pulang, kondisi yang ia temui di perjalanan tak jauh berbeda. Dari Kedung Baruk menuju Mojo hingga Kaliwaron, suasana tampak lebih gelap dari biasanya. Lampu-lampu rumah warga padam, sementara beberapa ruas jalan hanya mengandalkan penerangan seadanya.
"Dari jalan Kedung Baruk sampai rumah itu padam, saya lihat pemukiman warga gelap," ujarnya.
Harapan untuk bisa beristirahat di rumah pupus ketika ia mendapati listrik di lingkungannya juga belum menyala. Kebutuhan sederhana seperti mengisi daya telepon genggam menjadi persoalan tersendiri. Akhirnya, Sari memutuskan pergi ke minimarket terdekat.
Di tengah rak-rak barang dan lalu-lalang pelanggan, ia menumpang mengisi baterai ponselnya.
"Saya pergi ke Indomaret untuk ngecas, karena di rumah kan listriknya padam," katanya.
Namun, hingga malam tiba, kondisi belum berubah. Pada pukul 19.30 WIB, listrik di kawasan tempat tinggalnya masih belum kembali menyala. Sari kemudian memilih berpindah lagi, kali ini menuju rumah temannya di kawasan Karang Empat.
"Ini sekarang saya ke rumah teman saya untuk numpang listrik," ujarnya.
Kisah Sari menjadi gambaran kecil dari dampak pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Surabaya dan Sidoarjo pada Jumat petang. Sejumlah kawasan seperti Semolowaru, Pagesangan, Genteng, Mojo, Kaliwaron, dan wilayah lainnya mengalami pemadaman dalam rentang waktu yang berbeda.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa secara umum masih beroperasi dan terkendali. Namun PLN terpaksa melakukan manajemen beban secara terbatas di beberapa wilayah untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
Menurut Dana, langkah tersebut dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik. Selain itu, dua unit pembangkit besar mengalami gangguan sehingga sementara waktu tidak dapat beroperasi dan mengurangi kemampuan pasokan sistem kelistrikan.
PLN, kata dia, tengah mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain sekaligus melakukan pengaturan operasi sistem agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga.
"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," ujar Dana.
Bagi warga seperti Sari, penjelasan teknis tersebut mungkin terdengar jauh dari keseharian mereka. Yang terasa nyata adalah gelapnya kampung saat malam tiba, baterai ponsel yang terus menipis, dan keputusan sederhana yang harus diambil: mencari tempat lain yang masih memiliki listrik.


















