Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dishub Siapkan 2 Rute Trans Jatim Malang II, Target Tetap Oktober

Kota Surabaya
Dishub Siapkan 2 Rute Trans Jatim Malang II, Target Tetap Oktober
Suasana di dalam bus Trans Jatim. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Dishub Jatim menyiapkan dua alternatif rute Trans Jatim Koridor II Malang setelah penolakan sopir angkot, dengan target kajian rampung Agustus dan operasional dimulai Oktober 2026.
  • Opsi utama melintasi Arjosari, Hamid Rusdi, Lawang, Pelawa/Dengkol, Pakis, hingga Kepanjen; opsi cadangan dari Hamid Rusdi ke Talangagung-Kepanjen melalui tol tanpa Arjosari.
  • Untuk merespons kekhawatiran pendapatan angkot, Dishub mendorong program BTS angkutan sekolah bulan ini dengan sekitar 80 lyn biru serta pemberdayaan pengemudi dan petugas kebersihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan dua opsi rute operasional Trans Jatim Koridor II di Kabupaten Malang setelah rencana awal mendapat penolakan dari serikat sopir angkutan kota (angkot). Meski demikian, target operasional pada Oktober 2026 dipastikan tidak berubah.

Kepala Dishub Jatim, Nyono mengatakan, saat ini pihaknya masih mematangkan kajian terhadap dua alternatif rute agar keberadaan Trans Jatim tetap berjalan tanpa mengganggu mata pencaharian sopir angkot.

"Kami menargetkan finalisasi pengkajian dua opsi rute ini selesai pada Agustus, sehingga operasional Trans Jatim tetap bisa dimulai pada Oktober 2026," ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Opsi pertama yang disiapkan melintasi Terminal Arjosari–Terminal Hamid Rusdi–Lawang–Pelawa/Dengkol–Pakis–Kepanjen. Rute ini masih menjadi pilihan utama apabila mendapat kesepakatan seluruh pihak.

Namun, jika belum menemukan titik temu, Dishub menyiapkan opsi kedua. Dalam skema ini, bus Trans Jatim akan beroperasi dari Terminal Hamid Rusdi menuju Talangagung, Kepanjen melalui jalan tol tanpa melintasi Terminal Arjosari.

"Opsi alternatif ini akan memprioritaskan integrasi dari Terminal Hamid Rusdi menuju Talangagung, Kepanjen, melalui akses tol tanpa melintasi Terminal Arjosari," kata Nyono.

Menurut Nyono, perubahan skema dilakukan setelah muncul aspirasi dari paguyuban angkutan kota di Malang yang khawatir operasional Trans Jatim akan mengurangi jumlah penumpang angkot.

Sebagai solusi, Dishub bersama pemerintah daerah juga mendorong program Buy The Service (BTS) untuk angkutan kota. Program tersebut akan diwujudkan melalui layanan angkutan sekolah yang dijadwalkan mulai berjalan bulan ini.

Sekitar 80 armada lyn biru yang telah memenuhi standar keselamatan akan dilibatkan dalam program tersebut. Selain armada, para pengemudi hingga petugas kebersihan juga akan diberdayakan.

"Prinsipnya kami merangkul. Trans Jatim bukan ancaman, justru diharapkan bisa menjadi feeder yang membawa penumpang baru bagi angkutan lokal," tegas Nyono.

Sebelumnya, rencana pengoperasian Trans Jatim Koridor II di Kabupaten Malang sempat mendapat penolakan dari serikat sopir angkot. Mereka menilai layanan tersebut berpotensi mengurangi pendapatan angkutan umum yang selama ini melayani rute serupa.

Meski demikian, Dishub Jatim memastikan pembahasan terus dilakukan agar operasional Trans Jatim tetap berjalan sesuai target tanpa mengabaikan kepentingan transportasi lokal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More