Anggota Satpol PP Halangi Ambulans Bawa Jenazah, Kasat: Salah Paham

Video viral memperlihatkan anggota Satpol PP Surabaya menghentikan ambulans BPJS Watch yang membawa jenazah menuju Madura dan mempertanyakan penggunaan sirene, hingga terjadi cekcok dengan pengemudi.
Plt Kepala Satpol PP Surabaya Irna Pawanti menyebut insiden bermula dari upaya petugas memberi tahu spion ambulans tertutup, tetapi komunikasi terganggu suara sirene dan berujung miskomunikasi.
Setelah mengetahui ambulans membawa jenazah, petugas mempersilakan perjalanan dilanjutkan; perkara dimediasi, kedua pihak saling memaafkan, petugas membuat surat pernyataan, dan Satpol PP akan mengevaluasi anggotanya.
Surabaya, IDN Times - Viral di media sosial seorang anggota Satpol PP Kota Surabaya menghalangi ambulans membawa jenazah yang hendak menuju ke Pulau Madura. Pemerintah Kota Surabaya telah menindak anggota tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat anggota tersebut terlihat mengikuti ambulans milik BPJS Watch Surabaya. Anggota itu lalu mempertanyakan penggunaan sirirena pada ambulans.
Sempat terjadi cekcok antara anggota Satpol PP tersebut dengan sopir ambulans. Sopir tersebut lantas menunjukkan kalau di dalam ambulans itu ada jenazah.
Menanggapi video tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti mengatakan pihaknya telah memanggil anggota yang bersangkutan ke kantor Satpol PP Kota Surabaya untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. “Kami telah memanggil anggota kami tersebut. Kami juga sudah mengetahui bagaimana kronologi kejadian yang sebenarnya,” kata Irna, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kejadian bermula saat anggota Satpol PP melihat kedua kaca spion ambulans dalam kondisi tertutup. Ia kemudian berupaya memberi tahu pengemudi mengenai kondisi tersebut.
“Yang bersangkutan awalnya ingin memberi tahu pengemudi soal spion yang tertutup. Namun karena suara sirene yang cukup keras, apa yang ingin disampaikan tidak terdengar jelas oleh pengemudi ambulans,” jelasnya.
Karena tidak mendapat respons, anggota tersebut kemudian mengetuk kaca ambulans. Ia meminta pengemudi mengecilkan suara sirene sekaligus menanyakan kondisi yang dibawa di dalam kendaraan tersebut.
“Petugas kami juga mengetuk kaca. Dia meminta tolong untuk dikecilkan dulu sirenenya, sambil teriak ini mau dibuka nggak ininya (spion). Dia berniat membantu, dia juga menanyakan ambulans itu sedang membawa jenazah atau membawa orang yang sedang sakit,” imbuhnya.
Setelah mengetahui ambulans tersebut membawa jenazah, anggota Satpol PP itu kemudian mempersilakan kendaraan tersebut melanjutkan perjalanan.
“Setelah tahu di dalamnya ada jenazah, anggota kami langsung mempersilakan untuk melanjutkan perjalanan dan tidak ada niat menghalang-halangi,” paparnya.
Irna menegaskan, saat kejadian anggota tersebut sedang dalam perjalanan dari rumah menuju kantor untuk menjalankan tugas shift malam. Menurutnya, situasi tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi antara petugas dan pengemudi ambulans.
“Jadi pada saat pengemudi ambulans membuka kaca jendela, itu sudah terjadi miskomunikasi. Waktu kejadian pun, anggota kami sedang dalam perjalanan bertugas, dari rumah menuju kantor untuk tugas malam,” tegasnya.
Persoalan tersebut kemudian diselesaikan melalui mediasi yang digelar Kecamatan Bulak dengan didampingi perangkat wilayah dan jajaran samping. Dalam mediasi itu, anggota Satpol PP yang bersangkutan menjelaskan duduk perkara sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada pengemudi ambulans.
“Kedua belah pihak juga sudah saling memaafkan dan diselesaikan secara kekeluargaan. Anggota kami juga sudah membuat surat pernyataan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Irna berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Satpol PP Surabaya juga akan melakukan evaluasi dan mengingatkan seluruh anggota agar dalam menjalankan tugas di lapangan tetap mengedepankan sikap humanis serta komunikasi yang baik, terutama ketika berhadapan dengan kendaraan yang memiliki kepentingan darurat.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kami juga akan mengingatkan anggota kami agar dalam menjalankan tugas tetap mengedepankan sikap yang humanis, terutama ketika berhadapan dengan kendaraan yang memiliki kepentingan darurat,” pungkas dia.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)







![[OPINI] Mengelola Transformasi Energi untuk Masa Depan Industri Indonesia](https://image.idntimes.com/post/20260925/whatsapp-image-2026-09-25-at-08_8c7958be-b612-4dfc-becb-1026e0c1377d.jpeg)










