Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Muzakki Sudah Mundur dari Rektor, Kampus UINSA Masih Disegel

Kota Surabaya
2 min read
Muzakki Sudah Mundur dari Rektor, Kampus UINSA Masih Disegel
Kampus UINSA disegel mahasiswa. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Mahasiswa UINSA Surabaya masih menyegel kampus selama lima hari meski Prof. Akhmad Muzakki telah mundur dari jabatan rektor pada 22 September 2026.

  • Aksi akan berlanjut hingga rektor definitif ditetapkan dan tujuh tuntutan lain ditindaklanjuti, tetapi mahasiswa berencana membuka segel demi kepentingan akademik.

  • Menteri Agama menunjuk Prof. Amien Suyitno sebagai Plt Rektor UINSA hingga pelantikan rektor definitif, menyusul pengunduran diri Muzakki delapan hari setelah dilantik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya masih melakukan aksi penyegelan kampus, meskipun Prof Akhmad Muzakki telah menyatakan mundur dari rektor UINSA, Jumat (25/9/2026). Penyegelan ini sudah berlangsung selama lima hari sejak Senin (21/9/2026) lalu.

Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA, Fadlurrakhman Fazle mengatakan, mahasiswa masih akan terus menggelar aksi sampai terpilihnya rektor definitif. Saat ini, kepemimpinan UINSA sementara dipimpin oleh Prof. Amien Suyitno sebagai pelaksana tugas (Plt).

"Aksi akan tetap berlanjut sampai rektor definitif ditetapkan, karena masih ada tujuh tuntutan lainnya," ujar mahasiswa yang akrab disapa Ale ini kepada IDN Times.

Meski begitu, Ale menuturkan aksi penyegelan terhadap kampus akan segera diakhiri. Hal ini dilakukan karena massa aksi mempertimbangkan kepentingan akademik mahasiswa UINSA.

"Akan kita buka (segel) dalam waktu dekat, karena mempertimbangkan kondisi akademik teman-teman mahasiswa yang lain," ungkap Ale.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menunjuk Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Amien Suyitno, sebagai Plt Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. Penunjukan dilakukan setelah Prof. Akh. Muzakki diberhentikan dari tugas rektor, usai mengajukan pengunduran diri pada 22 September 2026, delapan hari setelah dilantik.

Amien Suyitno menjalankan tugas hingga rektor definitif dilantik, berdasarkan PMA Nomor 17 Tahun 2021 yang mengatur pengisian jabatan saat rektor baru belum dilantik.

Seperti diberikan sebelumnya, mahasiswa UINSA telah menggelar aksi selama berhari-hari untuk mendesak Prof Akhmad Muzakki mundur dari jabatannya. Aksi digelar dengan melakukan bakar-bakar ban hingga menyegel kampus.

Mahasiswa membawa tujuh plus satu tuntutan. Adapun tujuh plus satu tuntutan UINSA itu yakni:

1. Tuntutan pertama itu copot secara tidak hormat atau mundur secara pribadi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

2. Mendesak pimpinan UIN Sunan Ampel Surabaya untuk memberikan pernyataan publik terkait PPID yang baru terbentuk pada tahun 2025, terhitung selama 3 tahun UINSA mengkhianati mandatori UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mengindikasikan adanya dugaan korupsi.

3. Usut tuntas kasus Kopertais yang melibatkan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai terlapor.

4. Menuntut klarifikasi dan tenggat waktu atas terlambatnya pembagian buku, KTM, dan almamater mahasiswa baru.

5. Menuntut pertanggungjawaban atas penerimaan mahasiswa baru yang terlalu banyak sehingga berdampak pada keterbatasan fasilitas di kampus.

6. Hapus kebijakan jam malam yang tidak pro terhadap kebutuhan non-akademik mahasiswa.

7. Menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan penentuan UKT mahasiswa baru yang tidak pro mahasiswa menengah ke bawah.

8. Hapus mekanisme peminjaman tempat yang selalu dipersulit.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More