Demokrat Jatim Matangkan Mesin Partai untuk Pemilu 2029

- Demokrat Jatim menggelar Rakerda yang diikuti 76 peserta dari 38 DPC untuk memulai konsolidasi organisasi dan menyamakan program kerja menuju Pemilu 2029.
- BPOKK fokus melengkapi struktur hingga ranting, sementara BPJK memperluas jaringan konstituen; partai juga memetakan kebutuhan saksi TPS dan menargetkan keterwakilan perempuan di atas 30 persen.
- Demokrat Jatim memanfaatkan respons positif terhadap AHY dan ingatan publik pada kepemimpinan SBY sebagai modal memperluas dukungan, dengan target menaikkan suara serta kursi legislatif.
Surabaya, IDN Times – Meski Pemilu 2029 masih sekitar tiga tahun lagi, DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) mulai memanaskan mesin politiknya. Konsolidasi organisasi hingga level paling bawah, rekrutmen kader baru, penguatan jaringan konstituen, sampai persiapan saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) mulai dimatangkan sebagai bagian dari strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.
Langkah awal itu ditandai dengan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) serta Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK). Sebanyak 76 peserta dari 38 DPC Partai Demokrat se-Jawa Timur mengikuti pembekalan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Mugianto mengatakan, Rakerda menjadi titik awal konsolidasi menyeluruh untuk memperkuat mesin partai sejak dini. "Seluruh BPOKK dan BPJK kami kumpulkan untuk mendapatkan pembekalan sekaligus menyamakan langkah terkait program kerja ke depan. Tujuannya agar organisasi semakin solid menghadapi agenda politik berikutnya," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Mugianto, fokus utama BPOKK adalah merapikan struktur organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting. Kelengkapan struktur dinilai menjadi fondasi utama sebelum partai bergerak lebih jauh membangun kekuatan elektoral.
"Seluruh struktur mulai DPC, ranting sampai anak ranting harus lengkap. Organisasi yang kuat menjadi modal utama memenangkan kepercayaan masyarakat," katanya.
Di sisi lain, BPJK dibekali strategi memperluas jaringan konstituen melalui pendekatan kepada berbagai kelompok masyarakat. Para kader mendapat materi mengenai komunikasi politik, penyampaian visi-misi partai, hingga strategi memperkenalkan program Demokrat secara lebih efektif.
"BPJK akan bergerak membangun komunikasi dengan masyarakat, mengenalkan visi dan gagasan Partai Demokrat sehingga dukungan publik terus bertambah," jelasnya.
Tak hanya memperkuat organisasi, Demokrat Jatim juga mulai menyiapkan perangkat pemenangan sejak jauh hari. Salah satunya dengan memetakan kebutuhan saksi di setiap TPS agar seluruh titik nantinya dapat terisi secara optimal.
"Kami juga mulai mempersiapkan calon saksi di setiap TPS sehingga ketika tahapan pemilu dimulai, semuanya sudah siap," ungkap Ketua Komisi II DPRD Trenggalek itu.
Demokrat Jatim juga menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan dalam struktur kepengurusan. Bahkan, komposisi kader perempuan diupayakan melampaui ketentuan minimal 30 persen sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Selain itu, kader baru diberikan pembekalan mengenai ideologi partai, garis komando organisasi, serta arah perjuangan Partai Demokrat agar memiliki kesamaan visi dalam menjalankan kerja politik di daerah.
Mugianto menilai konsolidasi kali ini mendapat momentum positif seiring meningkatnya perhatian publik terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Menurutnya, berbagai kunjungan kerja AHY ke Jawa Timur mendapat respons positif dari masyarakat dan menjadi energi baru bagi kader untuk memperluas basis dukungan.
"Alhamdulillah respons masyarakat terhadap Mas Ketum AHY sangat positif. Kinerja beliau sebagai Menko menjadi modal yang baik untuk terus kami sosialisasikan kepada masyarakat. Semangat itu menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk bekerja lebih maksimal," katanya.
Ia menambahkan, masyarakat juga mulai kembali mengingat kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dinilai menjadi modal politik bagi Demokrat dalam membangun kembali kepercayaan publik.
"Modal kepercayaan masyarakat ini harus kami tangkap dengan kerja-kerja nyata. Seluruh kader harus bergerak bersama agar Partai Demokrat semakin diterima masyarakat," tegasnya.
Menghadapi Pemilu 2029, Demokrat Jatim pun memasang target meningkatkan perolehan suara maupun kursi legislatif dibandingkan hasil pemilu sebelumnya. "Target kami sederhana tetapi jelas, Demokrat Jawa Timur harus meraih hasil yang lebih besar daripada hari ini," pungkas Mugianto.


















