Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4.400 Unit Mobil BYD Mengaspal di Jatim, Meningkat 20 Persen

4.400 Unit Mobil BYD Mengaspal di Jatim, Meningkat 20 Persen
Bagian interior BYD M6 DM. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Sebanyak 4.400 unit mobil listrik BYD kini beroperasi di Jawa Timur, meningkat 20 persen dalam dua tahun dan menguasai lebih dari 40 persen pangsa pasar EV provinsi ini.
  • BYD memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) pada MPV M6 DM yang menggabungkan sistem listrik dan hybrid untuk efisiensi tinggi serta fleksibilitas jarak tempuh lebih jauh.
  • Melalui acara Media Experience di Surabaya, BYD menunjukkan performa M6 DM dengan tagline gesit, andal, senyap, dan super irit guna mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan di Jatim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Kendaraan listrik terus diminati oleh masyarakat Jawa Timur. Produsen otomotif asal China, PT BYD Motor Indonesia mencatat sebanyak 4.400 unit kendaraannya telah mengaspal di jalanan Jawa Timur. Angka ini melonjak drastis 20 persen dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Public Relations Manager PT BYD Motor Indonesia, Nathasya Natalia, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan lompatan besar sejak pertama kali BYD memperkenalkan kendaraan penumpang di tanah air pada tahun 2024 lalu. Di awal perkenalan, penjualan BYD hanya satu persen

"Sebelumnya pangsa pasar nasional untuk teknologi kendaraan listrik itu hanya bisa dibilang di bawah satu persen," ujar Nathasya di Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Namun kemudian, hingga tahun 2026, angka penjualan kendaraan listrik di Jatim melonjak hingga 20 persen. Angka tersebut sekaligus menguasai lebih dari 40 persen pangsa pasar EV di wilayah provinsi ini.

"Saat ini, khususnya untuk wilayah Jawa Timur sudah ada lebih dari 4.400 kendaraan BYD beroperasi di jalan yang menguasai lebih dari 40 persen pasar-pasar di wilayah provinsi ini," jelasnyamb

Meskipun pertumbuhan tumbuh positif, BYD mengakui bahwa adopsi EV penuh masih menghadapi sejumlah tantangan infrastruktur mobilitas. Menyiasati hal tersebut, BYD telah memperkenalkan inovasi terbaru berupa teknologi Dual Mode (DM).

Inovasi tersebut disematkan pada BYD M6 DM. Kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) berkapasitas 7 orang.

Teknologi ini mengombinasikan keunggulan sistem EV dan hybrid. Inovasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik murni yang senyap dan responsif, namun tetap fleksibel.

"Performance yang optimal untuk kesenyapan juga yang lebih lebih baik dari kendaraan konvensional namun ditopang dengan adanya mesin sebagai penunjuk untuk bisa memiliki jarak tempuh yang lebih jauh sehingga ada fleksibilitas dalam pemakaiannya," jelasnya.

Di Surabaya, teknologi ini dikenalkan ke publik melalui kegiatan Media Experience, BYD DM Technology Challenge, Rabu (1/7/2026). Melalui pengalaman ini, media diajak langsung menjajal efisiensi BYD M6 DM dari Surabaya ke Pasuruan.

Dengan adanya teknologi baru ini, BYD optimistis tren adopsi kendaraan ramah lingkungan di Jawa Timur akan terus bergerak positif dan mampu menjawab keraguan konsumen terkait jarak tempuh operasional. "Dengan kombinasi kedua ini akan memberikan total biaya pemakaian yang lebih terjangkau," jelasnya.

Product Manager PT BYD Motor Indonesia Yoni Prasetya mengatakan, BYD DM mengusung tagline gesit, andal, senyap dan super irit (GAS). Penggerak utama kendaraan ini adalah motor.

"Jadi pada dasarnya mobil ini adalah mobil listrik yang bisa diisi bensin. Ya, Jadi, untuk bensin pun kita di sini bisa pakai RON 92. Jadi, ini menambah keandalan terutama untuk di daerah-daerah juga," ungkap dia.

BYD M6 DM Jadi, memiliki tenaga motor listrik maksimum mencapai 120 kW dengan torsi 210 Nm. Kemudian untuk mesin, tenaga maksimumnya bisa 74 kW dan torsi 135 Nm.

"Dan dari kombinasi dan intelijensi dua sumber tenaga ini, mobil M6 DM kita bisa dari 0 sampai 100 kilometer per jam itu 9,1 detik," terang dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More