14 Hari Tutup karena COVID-19, Pasar Kapasan dan PGS akan Dibuka Besok

1. Pasar Kapasan dan PGS akan dibuka Sabtu (18/4)

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, dua pasar itu akan dibuka pada Sabtu (18/4) atau tepat pada hari ke-14. Untuk mempersiapkan pembukaannya, beberapa langkah akan dilakukan. Salah satunya yaitu penyemprotan disintektan.
"Jadi, hari ini sampai malam nanti disemprot detail sampai ke dalam toilet dan daerah luar sekitarnya,” ujar Agus Hebi melalui siaran pers Humas Pemkot Surabaya, Jumat (17/4).
2. Akses keluar masuk pasar dibatasi

Agus juga akan melakukan pembatasan akses masuk dan keluar pasar untuk pengunjung maupun pedagang. Jika sebelumnya di Pasar Kapasan terdapat belasan pintu masuk, kini hanya akan tersedia enam pintu masuk dan keluar. Keenam pintu tersebut masing-masing diberikan fasilitas bilik sterilisasi dan alat pengukur suhu tubuh.
“Jadi sebelum masuk pasar harus melewati bilik sterilisasi, baik pedagang maupun pembeli. Nanti ada petugas untuk mengukur suhu tubuh juga,” lanjutnya.
3. Pedagang antusias kembali berjualan karena jelang Ramadan

Agus Hebi mengatakan bahwa para pedagang sudah antusias untuk kembali berjualan. Menjelang Ramadhan memang momentum ramainya pasar saat para pengecer membeli untuk stok pakaian lebaran.
Untuk mengatasi antusiasme itu, Agus Hebi berkoordinasi dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) terkait keamanan pasar dan memastikan protokol pemerintah untuk COVID-19 sudah dilakukan untuk warga di area pasar. Salah satunya adalah penggunaan masker.
“Masker harus dipakai kalau tidak memakai jangan berdagang. Begitu juga pembeli, kita juga cek temperatur yang masuk. Jika temperatur tubuhnya 38 derajat, nanti tidak diperbolehkan masuk ke dalam pasar," tegasnya.
4. Diimbau pasang plastik penyekat

Sementara itu, Koordinator Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita mengimbau setiap toko diberi sekat plastik antara penjual dan pembeli. Sehingga tidak ada kontak fisik antara keduanya. Termasuk saat menerima uang kembalian.
“Jadi antara pembeli dan penjual ada batasnya. Jadi mereka tidak bersentuhan fisik. Lalu saat memberikan kembalian bisa pakai plastik kantong tidak bersentuhan dengan uang. Paling penting selalu rajin cuci tangan dan pakai hand sanitizer,” terang Febria.



















