Urbanisasi Usai Lebaran, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan

- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta RT dan RW aktif memantau serta mendata pendatang baru pasca Lebaran untuk mengantisipasi lonjakan urbanisasi tahunan.
- Pendataan dilakukan agar setiap pendatang memiliki tujuan jelas, pekerjaan, dan tempat tinggal yang pasti guna mencegah munculnya masalah sosial di kemudian hari.
- Eri menegaskan pentingnya pelaporan bagi penghuni kos tanpa KTP Surabaya serta mengajak warga menjaga kerukunan dan silaturahmi demi kondusivitas kota.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewaspadai potensi lonjakan urbanisasi pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya pengurus RT dan RW, aktif memantau serta mendata pendatang baru yang masuk ke Kota Pahlawan.
Eri menegaskan, arus urbanisasi setelah Lebaran merupakan fenomena yang kerap terjadi setiap tahun. Karena itu, diperlukan pengawasan bersama agar tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.
"Setelah Lebaran, mari kita bersama-sama menjaga Surabaya dari dampak urbanisasi. RT dan RW harus memperhatikan setiap pendatang yang masuk,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, pendataan penting dilakukan untuk memastikan pendatang memiliki tujuan yang jelas, termasuk pekerjaan dan tempat tinggal. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah munculnya masalah sosial akibat urbanisasi yang tidak terkontrol.
"Kalau ada warga baru, harus dipastikan apakah yang bersangkutan sudah memiliki pekerjaan atau belum. Administrasi kependudukannya juga harus jelas,” katanya.
Eri juga mengingatkan, pendatang yang tinggal di rumah kos tetap wajib melapor kepada pengurus lingkungan, meskipun belum memiliki KTP Surabaya. Menurutnya, pelaporan ini menjadi bagian penting dalam pengawasan dan tertib administrasi.
"Meski tidak ber-KTP Surabaya, kalau tinggal di kos tetap harus melapor. Peran RT dan RW sangat penting dalam memastikan hal ini berjalan,” tegasnya.
Selain pengawasan, Eri mengajak warga Surabaya untuk tetap menjaga kerukunan dan memperkuat silaturahmi usai Lebaran. Ia berharap, kebersamaan masyarakat dapat menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas kota di tengah meningkatnya mobilitas penduduk.
















