Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

CJH Asal Jombang Coba Kabur dari Asrama Haji Surabaya, Minta Pulang

CJH Asal Jombang Coba Kabur dari Asrama Haji Surabaya, Minta Pulang
Calon jemaah haji asal Jombang mencoba kabur dari Asrama Haji Surabaya. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Seorang calon jemaah haji asal Jombang mencoba kabur dari Asrama Haji Surabaya karena merasa tidak nyaman dan ingin sekamar dengan istrinya.
  • Petugas keamanan berhasil mengamankan jemaah tersebut dan membawanya ke RS Menur setelah proses bujukan yang cukup sulit.
  • Hingga kini, keberangkatan jemaah itu ke Tanah Suci masih menunggu hasil observasi medis dari dokter pendamping.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jombang mencoba kabur dari Arema Haji Surabaya, Kamis (7/5/2026) malam. Jemaah tersebut dievakuasi ke RS Menur setelah diamankan oleh petugas keamanan.

Ketua Kloter 62 asal Jombang, Hasanuddin Joyolampit mengatakan jemaah asal kloter 62 itu mencoba kabur dan meminta pulang karena merasa kurang nyaman ketika hendak masuk kamar bersama rombongan lain. Sebab jemaah tersebut, ingin sekamar dengan istrinya.

“Pertama memang saat masuk ke kamar mungkin tidak nyaman dan tidak mau bergabung dengan teman-temannya, lalu minta pulang saja. Mintanya satu kamar dengan istri. Berangkatnya memang sama istrinya," katanya, Sabtu (8/5/2026).

Setelah mencoba kabur, jemah tersebut dibawa ke RS Menur untuk mendapat penanganan medis. Proses evakuasi menuju ke RS sempat mengalami kendala karena jemaah tersebut enggan dibawa ke rumah sakit.

Pihak keluarga dan beberapa jemaah di kloter yang sama berusaha membujuk. Setelah upaya membujuk dilakukan cukup alot, jemaah tersebut akhirnya dibawa ke RS Menur.

"Sudah dibawa ke Rumah Sakit Menur. Di sana saat ini diobservasi dan masih menunggu hasil observasi. Dokter pendamping juga ada di sana,” ujar Hasanuddin.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan jemaah tersebut akan berangkat ke Tanah Suci. Sebab, masih menunggu hasil observasi.“Ini nanti masih melihat hasil observasi yang disampaikan dokter. Kewenangannya ada di dokter,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More