Diprotes Peternak, Menu Telur MBG di Magetan Bakal Naik Jadi 3 Kali

- Pemerintah dan Satgas MBG Magetan sepakat menambah menu telur di program Makan Bergizi Gratis menjadi tiga kali seminggu untuk membantu stabilisasi harga telur peternak.
- Harga telur di tingkat peternak Magetan anjlok hingga sekitar Rp22 ribu per kilogram, jauh di bawah HAP pemerintah, memicu aksi protes dan pembagian telur gratis oleh peternak.
- Selain peningkatan serapan telur, pemerintah juga menyiapkan bantuan jagung murah dari Bulog seharga Rp5 ribu per kilogram guna meringankan beban biaya pakan peternak kecil.
Magetan, IDN Times – Aksi protes peternak telur di Kabupaten Magetan akhirnya mulai membuahkan hasil. Setelah para peternak turun ke jalan membagikan tiga ton telur gratis akibat harga yang anjlok, pemerintah bersama Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) sepakat menambah frekuensi menu telur di program MBG hingga tiga kali dalam sepekan.
Kesepakatan itu dicapai dalam rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan sektor pangan sebagai upaya menyelamatkan harga telur di tingkat peternak yang terus terpuruk.
Awang Arifani dari Satgas MBG Magetan mengatakan, selama ini menu telur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih terbatas, rata-rata hanya satu hingga dua kali dalam sepekan. Mulai pekan depan, frekuensinya akan ditambah satu kali lagi.
“Yang selama ini ada yang satu kali dan dua kali menu telur dalam seminggu, tadi disepakati ditambah lagi satu kali. Diupayakan bisa sampai tiga kali dalam seminggu,” ujar Awang, Kamis (7/5/2026).
1. Serapan telur diharapkan naik drastis

Menurut Awang, penambahan menu telur di MBG diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap penyerapan hasil peternak lokal. Saat ini terdapat 65 SPPG yang aktif beroperasi di Magetan, dan pekan depan dua unit tambahan akan kembali berjalan.
Dengan rata-rata satu SPPG melayani sekitar 2.500 porsi makanan, kebutuhan telur diperkirakan meningkat tajam jika menu telur diperbanyak.
“Kalau satu SPPG melayani 2.500 porsi dan menu telurnya ditambah, tentu serapannya akan luar biasa,” katanya.
Selain melalui MBG, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah lain untuk membantu peternak kecil. Salah satunya mendorong ASN membeli telur lokal minimal satu kilogram per orang.
“Prioritasnya dari peternak kecil dengan populasi di bawah 20 ribu ekor,” jelas Awang.
2. Harga telur jatuh di bawah acuan pemerintah

Kebijakan tersebut muncul setelah harga telur di tingkat peternak terus merosot dan berada jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
Saat ini harga telur di tingkat peternak di Magetan disebut hanya berkisar Rp22 ribuan per kilogram. Di sisi lain, harga pakan masih tinggi sehingga banyak peternak mengaku merugi.
Awang menyebut kondisi itu bukan hanya terjadi di Magetan, tetapi juga secara nasional.
“Ini bukan wilayah Magetan saja, secara nasional memang harga telur sedang turun dan sedang dibahas juga di tingkat kementerian,” ujarnya.
Sebelumnya, para peternak di Magetan melakukan aksi protes dengan membagikan sekitar tiga ton telur gratis kepada masyarakat. Aksi itu menjadi simbol kekecewaan karena program MBG yang diharapkan mampu menyerap produksi telur lokal dinilai belum berjalan optimal.
3. Peternak juga bakal dapat jagung murah

Tak hanya menambah serapan telur, pemerintah juga menyiapkan bantuan jagung murah untuk peternak kecil. Mulai bulan depan, peternak di Magetan akan mendapat akses jagung dari Bulog dengan harga Rp5 ribu per kilogram.
Magetan disebut memperoleh kuota sekitar 7 ribu ton jagung yang akan disalurkan melalui koordinasi bersama koperasi peternak dan dinas terkait.
“Ini bagian dari upaya agar peternak tetap bisa bertahan di tengah harga telur yang rendah,” kata Awang.

















