24 Dapur MBG di Surabaya Tak Beroperasi karena Dana Belum Cair

- Sebanyak 24 dapur program Makan Bergizi Gratis di Surabaya berhenti beroperasi dua hari karena dana operasional belum cair sejak Kamis, 7 Mei 2026.
- Kepala KPPG Surabaya menjelaskan kendala pencairan terjadi akibat beberapa SPPG tidak rutin melaporkan keuangan harian, sehingga sistem menahan pengiriman dana.
- Pihak KPPG memastikan dapur akan kembali beroperasi setelah dana cair dan mengimbau setiap SPPG tertib dalam pelaporan agar distribusi bantuan berjalan lancar.
Surabaya, IDN Times - Sebanyak 24 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Surabaya tak beroperasi selama dua hari sejak Kamis (7/5/2026) dan hari ini, Jumat (8/5/2026). Hal ini lantaran dana operasional belum cair.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti mengatakan total SPPG di Surabaya ada sebanyak 120. Dari jumlah tersebut 24 tidak beroprasi karena terkendala pencarian dana.
"Saya telah mendata misalnya khususnya Kota Surabaya ya. Dari 1 minggu ini sejak tanggal 27 sampai 29 April ya kemarin itu terdata memang ada 24 SPPG yang memang belum cair VA (virtual account)," ujarnya ditemui di kantor KPPG Surabaya, Jumat (8/5/2026).
Pihaknya kemudian melakukan penelusuran apa penyebab kendala pencairan tersebut, salah satunya mengecek di sistem perbankan.
"Ketika saya melihat dari Kabupaten Kota lain yang juga mengalami kendala VA dan itu tidak terlalu banyak, itu ada di Bank Mandiri, Bank BNI maupun Bank BRI. Artinya sebenarnya seluruh bank juga tidak ada kaitannya," sebutnya.
Setelah ditelusuri, kendala pencarian ada pada setiap SPPG. Mereka tidak melakukan pelaporan secara rutin.
" Nah, maka dari itu saya mencoba lagi melacak kepada PPPK-nya. Nah, PPPK menyampaikan bahwa sementara dalam proses pengisian di Kamis dan Jumat ini," terangnya.
Kusmayanti menjelaskan, SPPG harus melaporkan setiap hari keuangan mereka. Ketika tidak melapor, maka uang tidak akan dikirim ke SPPG.
"Saya enggak bisa menyebutkan nominalnya karena saya tidak melakukan pendataan. Tetapi artinya gini, tidak ada nominalnya, tidak ada nominal dalam artian itu kan uang akan di top up. Terus baru saat ini beberapa SPPG memang mengalami kendala operasional karena memang uangnya tidak mencukupi," jelas dia.
Untuk itu, ia berharap agar setiap SPPG tertib melaporkan keuangannya. Sehingga, pencarian tidak terhambat dan dapur kembali beroperasi.
"Pelaporan harian itu harus karena uang kalau misalnya keluar terus tapi tidak dilakukan pelaporan kan sistem tidak akan bisa sistem membaca uang masih ada," ungkapnya.
Pihaknya memastikan, setelah dana cair, SPPG akan kembali beroperasi. Sehingga, para penerima manfaat bisa mendapatkan MBG. "Kan kalau tidak ada anggarannya berarti kan tidak bisa kita paksakan," pungkas dia.
















