Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Sebut Penyerangan Wisatawan Surabaya Dipicu Nyanyian Provokatif

Polisi Sebut Penyerangan Wisatawan Surabaya Dipicu Nyanyian Provokatif
Kendaraan wisatawan asal Surabaya yang dirusak di Pantai Wedi Awu. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Intinya Sih
  • Polisi menetapkan empat tersangka atas kasus penyerangan wisatawan Surabaya di Pantai Wedi Awu, yang dipicu oleh nyanyian provokatif saat acara hiburan musik di cottage.
  • Hasil penyelidikan menunjukkan sekitar 100 orang terlibat dalam penyerangan, dengan indikasi keterkaitan kelompok tertentu berdasarkan coretan di kendaraan korban.
  • Penyidik masih menelusuri dugaan pencurian terhadap wisatawan dan memeriksa sejumlah saksi, sementara empat pelaku utama dijerat pasal pengeroyokan serta penghasutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malang, IDN Times - Polisi akhirnya mengungkap kasus penyerangan yang menimpa wisatawan asal Surabaya di Pantai Wedi Awu Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang pada Selasa (5/5/2026) dini hari. Sebanyak 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka diantaranya karena melakukan penyerangan dan penghasutan.

1. Polisi sebut nyanyian provokatif yang menyulut amarah para tersangka

Seorang perwira polisi berpakaian dinas memberikan pernyataan pers di depan latar bertuliskan Polres Malang bersama beberapa orang di sisinya.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi mengungkapkan kronologi kejadian ini bermula pada tanggal 7 April 2026 atau sekitar satu bulan yang lalu saat kelompok wisatawan ini sudah mem-booking atau memesan tempat di cottage Pantai Wedi Awu untuk 60 orang pada tanggal 4 dan 5 Mei 2026. Kemudian pada hari Senin tanggal 4 Mei 2027 sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan ini tiba di lokasi di Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang dan menempati 8 kamar.

"Kemudian pukul 7 malam sampai setengah 11 malam, kelompok wisatawan ini melaksanakan kegiatan hiburan musik dan DJ di halaman cottage tersebut ya, jadi outdoor gitu di halaman cottage. ​Kemudian memang di dalam hasil pemeriksaan, saat musik atau saat kegiatan hiburan ini, peserta ini kemudian menyanyikan lagu yang liriknya ini mengandung atau menyinggung elemen masyarakat lainnya. Nah, ini yang mungkin bisa diduga menjadi salah satu pemicunya permasalahan ini," terangnya saat konferensi pers di Mapolres Malang pada Jumat (8/5/2026).

Kemudiam pada pukul 21.00 WIB, Taat mengungkapkan kalau rekaman nyanyian provokatif ini menyebar di beberapa grup WhatsApp komunitas, sehingga menimbulkan reaksi di media sosial. Lalu pada pukul 22.30 WIB, muncul hasutan dari seorang pelaku berinisial M agar berkumpul dan melakukan penyerangan pada para wisatawan ini.

Lalu kelompok pelaku tiba di loaksi kejadian pada hari Selasa (5/5/2026) pukul 03.00 WIB Kemudian memasuki lokasi untuk mencari wisatawan yang diduga menyanyikan lagu-lagu yang mengandung ujaran atau menyinggung elemen masyarakat lainnya ini. Mereka melakukan pengecekan identitas wisatawan, melakukan kekerasan terhadap wisatawan, mematikan aliran listrik, dan melakukan perusakan kendaraan bermotor yang terparkir di cottage tersebut. Kejadian ini berlangsung kurang lebih 30 menit dan kemudian para pelaku ini secara bersama-sama meninggalkan lokasi.

"Jadi kalau dari hasil pemeriksaan tersebut, memang salah satu hal yang memicu peristiwa ini adalah beredarnya video kegiatan hiburan oleh sekelompok wisatawan itu yang menyanyikan lirik-lirik yang menyinggung atau bernuansa ujaran terhadap elemen masyarakat lainnya," jelasnya.

2. Polisi mengungkapkan ada 100 orang yang melakukan penyerangan

Beberapa kendaraan wisatawan dengan kaca pecah dipasangi garis polisi berwarna kuning di area Pantai Wedi Awu, Malang.
Kendaraan wisatawan asal Surabaya yang dirusak di Pantai Wedi Awu. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Taat juga mengungkapkan jika berdasarkan hasil penyelidikan, setidaknya ada 100 orang yang melakukan penyerangan. Ini diketahui berdasarkan penyelesaian melalui CCTV yang ada di sekitar tempat kejadian. Kemudian ada dugaan jika kelompok yang melakukan penyerangan adalah dari pihak Aremania berdasarkan coret-coretan di kendaraan wisatawan ini.

"Kalau jumlahnya sekitar 100, ya. Ini juga masih kisaran ya karena memang kita coba mengidentifikasinya ini dari 12 titik CCTV. Lalu apakah kemudian di TKP juga didapatkan barang-barang yang mengindikasikan elemen masyarakat tertentu? Kalau barang kita tidak mendapatkan ya, tetapi kalau tulisan seperti rekan-rekan bisa mungkin kemarin saksikan di coret-coretan di kendaraan itu memang kemudian mengarah kepada elemen masyarakat tertentu," jelasnya.

3. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait pencurian yang dialami para wisatawan

Beberapa kendaraan wisatawan asal Surabaya yang dirusak di Pantai Wedi Awu, dengan kaca pecah dan garis polisi mengelilinginya.
Kendaraan wisatawan asal Surabaya yang dirusak di Pantai Wedi Awu. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Taat juga mengungkapkan memang ada beberapa wisatawan yang mengalami tindak pidana pencurian. Tapi ia mengungkapkan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memburu pelakunya. Sampai saat masih 4 pelaku yang ditangkap atas pasal pengeroyokan dan penghasutan.

"Tidak menutup kemungkinan nanti dalam proses penyidikan ini masih terus berkembang. Kami dari Satreskrim Polres Malang juga masih terus melakukan penyidikan. Nanti akan kita update selanjutnya. Ini anggaplah ini update sementara gitu ya rekan-rekan," paparnya.

Meskipun demikian, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi. Salah satunya yang diperiksa adalah pengelolaan wisatawan untuk mendalami kasus ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More