Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mobil Wisatawan Singapura Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalur Bromo

Mobil Wisatawan Singapura Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalur Bromo
Ilustrasi kecelakaan bus. (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya Sih
  • Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Sukapura, Probolinggo, saat mobil Hiace berisi wisatawan Singapura hilang kendali dan menabrak empat kendaraan lain di jalur menuju Gunung Bromo.
  • Sebanyak delapan orang mengalami luka-luka, terdiri dari enam wisatawan Singapura dan dua penumpang Renault Koleos, seluruh korban langsung dilarikan ke dua rumah sakit terdekat.
  • Penyelidikan awal mengungkap sopir asli Hiace digantikan penumpang bernama Agung karena kondisi sopir drop, keduanya kini dirawat dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Probolinggo, IDN Times - Kecelakaan beruntun terjadi Jalan Raya Sukapura, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (9/5/2026) siang. Kecelakaan ini disebabkan kendaraan Toyota Hiace dengan plat nomor BE 7013 AQ yang membawa wisatawan asal Singapura hilang kendali sehingga menyebabkan beberapa kendaraan terlibat benturan.

1. Polisi mengungkapkan kronologi kecelakaan di jalur menuju Gunung Bromo

Sebuah minibus Hiace tampak kehilangan kendali di jalan menurun dan berbelok di kawasan pegunungan Bromo dengan kondisi cuaca berkabut.
Detik-detik kecelakaan kendaraan Hiace yang membawa wisatawan asal Singapura di jalur Gunung Bromo. (IDN Times/Istimewa)

Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Safiq menceritakan jika kejadian ini bermula saat kendaraan Hiace yang mengangkut wisatawan asal Singapura untuk turun dari Gunung Bromo. Tapi tiba-tiba kendaraan yang melintasi jalan menurun ini tiba-tiba hilang kendali. Di saat yang bersama, dari arah berlawanan ada 4 kendaraan yaitu Toyota Rush, Toyota Hiace, Renault Koleos, dan Toyota Alpard.

"Jadi kendaraan ini melaju dari atas ke bawah kemudian hilang kendali, kemudian menabrak 4 kendaraan yang melaju dari arah berlawanan atau sedang naik ke atas. Baru berhenti setelah menabrak tiang jalan di tikungan," terangnya pada Minggu (10/5/2026).

Safiq mengungkapkan jika situasi jalan pada sata kejadian memang tengah padat merayap, pasalnya ada kegiatan hajatan sehingga kendaraan harus berjalan pelan. Kemudian diduga kendaraan Hiace yang membawa wisatawan asal Singapura ini mengalami masalah pada sistem pengereman.

2. Sebanyak 8 orang mengalami luka-luka akibat kejadian ini

ilustrasi ambulans (unsplash.com/Mat Napo)
ilustrasi ambulans (unsplash.com/Mat Napo)

Safiq mengungkapkan jika kejadian ini menyebabkan sebanyak 8 orang mengalami luka-luka. Mereka diantaranya 6 orang warga Singapura yang ada di dalam Hiace, kemudian 2 orang yang ada di dalam kendaraan Renault Koleos

"Tabrakan dengan kendaraan Renault Koleos memang yang paling parah. Tapi tidak ada korban meninggal, semua korban luka-luka juga langsung dibawa ke RS Ar Rozy Kota Probolinggo dan RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo," jelasnya.

3. Ternyata kendaraan Hiace yang ditumpangi wisatawan Singapura dikendarai tidak dikendarai sopir asli

Petugas Satlantas Polres Probolinggo melakukan olah TKP kecelakaan di jalan menanjak dengan sebuah minibus menabrak tiang listrik.
Satlantas Polres Probolinggo melakukan olah TKP kecelakaan. (Dok. Humas Polres Probolinggo)

Lebih lanjut, Safiq mengungkapkan jika berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diketahui jika ternyata sopir asli kendaraan ini yang bernama Yopi digantikan oleh seorang penumpang bernama Agung karena kondisinya drop di tengah perjalanan. Agung sendiri merupakan penumpang asal Bali yang sama-sama wisatawan lain menuju Surabaya.

"Saat ini baik sopir utama yang bernama Yopi maupun Agung masih dalam perawatan di rumah sakit, jadi belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Tapi jajaran kita masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More