Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gantikan Ayah Haji di Usia 13 Tahun, Fardhan Dititipi Doa Teman Sekelas

Gantikan Ayah Haji di Usia 13 Tahun, Fardhan Dititipi Doa Teman Sekelas
Fardhan Aruna Syafazani Wibowo (13) jemaah haji termuda di Embarkasi Surabaya (kiri) bersama sang ibu, Siska Aprilia (41). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Fardhan Aruna Syafazani Wibowo, 13 tahun asal Bali, menjadi calon jemaah haji termuda di Embarkasi Surabaya, menggantikan ayahnya yang wafat pada 2023 karena kanker.
  • Ia berangkat bersama ibunya, Siska Aprilia, setelah mendapat izin sekolah dan menyelesaikan ujian lebih awal agar bisa menunaikan ibadah haji selama satu bulan.
  • Teman-teman sekelas Fardhan menitipkan doa-doa dalam sebuah buku untuk dibawa ke Tanah Suci, sementara sang ibu berharap anaknya dapat mewujudkan cita-cita menjadi Hafiz Quran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Fardhan Aruna Syafazani Wibowo (13) menggandeng erat tangan ibunya, Siska Aprilia (41) berjalan di halaman Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (9/5/2026). Kedatangannya disambut hangat sejumlah pejabat Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya. Raut wajahnya terlihat malu-malu mendekat pada mereka.

Di Embarkasi Surabaya, Fardhan menjadi calon jemaah termuda. Dia berangkat haji bersama sang ibu menggantikan ayahnya yang sudah menigggal pada 2023 lalu karena kanker.

Di balik raut wajahnya itu, calon jemaah haji asal Bali ini sejatinya adalah anak yang cerdas. Dia bercita-cita ingin jadi Hafiz Quran. Meski baru kelas 7 MTs dia sudah menghafal sampai juz 8 Al Quran.

Ketika ditanya apakah dia senang bisa berangkat haji tahun ini menemani ibunya, anak pertama dari empat bersaudara itu hanya mengangguk malu.

Ibu Fardhan, Siska bilang, anaknya merasa terharu saat tahu bisa menggantikan ayahnya berhaji. "Saya bilang, kak ini mama berangkat tahun ini, ayah bisa dialihkan ke kamu, kamu gimana, dia (Fardhan) terharu," ujar ibu Fardhan, Siska.

Dengan besar hati, Fardhan harus meninggalkan sekolahnya selama satu bulan. Ia juga bersedia mengerjakan ujian-ujian sekolah di awal waktu demi bisa menemani sang ibu memenuhi panggilan berhaji.

"Waktu saya matur (izin) ke gurunya, beliau malah terharu," kata Siska. Terlebih anak dari guru Fardhan ternyata bertugas sebagai PPIH di Makkah yang nantinya bersedia membantu di Tanah Suci.

Saat pamit ke teman-temannya, teman-teman Fardhan menitip berbagai doa yang ditulis di sebuah buku. Buku itu kini sudah berada di dalam koper dan siap dibawa terbang untuk dibacakan di Tanah Suci.

"Jadi mereka nulis titipan doa-doa satu buku gitu dikelilingin di kelas, (teman-temannya bilang) nitip ya, nitip ya," kata dia.

Siska sendiri juga akan memanjatkan berbagai doa ketika berada di Makkah nanti. Mulai dari kesehatan, keselamatan hingga berdoa agar cita-cita sang anak untuk bisa menjadi Hafiz Quran terwujud. "Bisa menghafal 30 juz meraih cita-citanya," pungkas Siska.

Fardhan dan Siska yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 71 ini akan terbang ke Tanah Suci pada hari ini Minggu (10/5/2026).

Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam berpesan kepada Fardhan agar selalu bersama sang ibu ketika berada di Makkah nanti. "Semoga keberangkatannya bisa menjadi wasilah untuk orang tuanya, sehingga bisa menjadi yang terbaik," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More