Siswa Sekolah Rakyat Surabaya Mulai Tempati Gedung Permanen

- Sebanyak 368 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya mulai menempati gedung permanen di Kedung Cowek saat MPLS, termasuk 270 siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA.
- Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pembentukan karakter Pancasila, gotong royong, kepemimpinan, dan kemandirian bagi siswa yang mayoritas berasal dari keluarga miskin ekstrem Desil 1 dan 2.
- Siswa kelas X, Aisyah Farah, mengikuti pembinaan karakter dan PBB selama MPLS; ia berharap sukses, membanggakan orang tua, serta memutus rantai kemiskinan keluarganya.
Surabaya, IDN Times - Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya mulai menempati gedung permanen yang berada di kawasan Kedung Cowek, Surabaya. Mereka mengikuti pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Rabu (5/8/2026).
Sekolah yang terletak di kawasan Kecamatan Bulak, Kota Surabaya itu saat ini menampung sebanyak 368 siswa. Sedangkan siswa yang baru masuk adanya sebanyak 270, terdiri dari SD, SMP, dan SMA. Sisanya itu siswa yang dari rintisan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) masuk ke sini.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, turut menghadiri MPLS. Saat di lokasi, Eri disambut antusias oleh ratusan pelajar dan guru SRT 2 Kota Surabaya.
Eri sebagai pelajar harus memiliki karakter dan menanamkan nilai-nilai Pancasila. Mulai dari menanamkan rasa gotong royong, tolong menolong, hingga saling menghormati satu sama lain. Menurutnya, ketika pelajar memiliki nilai-nilai tersebut, maka akan bisa menjadi seorang pemimpin besar ke depannya.
“Percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak bisa menolong, percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak pernah menciptakan kedamaian, dan percuma sebagai seorang pemimpin kalau tidak punya jiwa sosial yang tinggi. Ini lah yang disiapkan oleh beliau (Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto), maka anak-anakku jangan sia-siakan apa yang disiapkan dan dibangun oleh presiden kita,” kata Wali Kota Eri.
Eri mengatakan, sekolah ini penting bagi anak-anak yang tidak memiliki kesempatan atau sulit mendapatkan pendidikan di Kota Surabaya.
“Karena Sekolah Rakyat Ini adalah untuk anak-anak kita, aset-aset bangsa yang memang tidak bisa mendapatkan pendidikan karena kondisi orang tua, karena keuangan orang tua, sehingga tidak mendapatkan pendidikan dan sulit. Maka saya terima kasih kepada Pak Presiden, insya allah di SRT 2 Surabaya ini akan muncul wali kota, menjadi gubernur, mungkin juga muncul presiden dari sekolah rakyat ini,” ucapnya.
Eri yakin, anak-anak di Sekolah Rakyat ini jauh lebih banyak yang memiliki rasa gotong royong dan menghargai orang lain. Karena, lanjut dia, kemandirian anak-anak di sekolah ini sudah terbentuk sejak usia dini. “Kalau kata Pak Presiden mereka ini sudah memiliki karakter petarung, ya ini Sekolah Rakyat ini diajarkan karakter petarung,” katanya.
Eri menambahkan, pelajar yang masuk ke dalam SRT adalah anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem atau masuk kategori Desil 1 dan 2. “Jadi memang untuk anak-anak yang miskin ekstrem atau miskin di Desil 1 atau 2. Jadi semuanya diterima di sini,” tambahnya.
Di samping itu, salah satu siswa kelas X SRT 2 Kota Surabaya, Aisyah Farah mengaku menikmati pelaksanaan MPLS. Selama MPLS ia mendapatkan pembinaan karakter, kepribadian, serta latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bersama taruna. Melalui sekolah ini, ia berharap, ingin membanggakan orang tua sekaligus memutus rantai kemiskinan keluarganya. “Mau jadi orang sukses, membanggakan orang tua dan memutus rantai kemiskinan keluarga,” pungkasnya.


















