Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ratusan Website Sekolah - Instansi Pemerintah Diretas buat Judol

Kota Surabaya
Ratusan Website Sekolah - Instansi Pemerintah Diretas buat Judol
Polda Jatim rilis ungkap kasus peretasan website. Dok. Polda Jatim.
Intinya Sih
  • Polda Jatim mengungkap kerentanan ratusan website sekolah, kampus, dan instansi pemerintah yang disusupi konten promosi judi online.
  • AHK, warga Demak, diduga meretas puluhan situs terutama di Jawa Timur, menguasai lalu lintas data, lalu menjual akses domain melalui SX Market.
  • Pelaku ditahan setelah polisi menyita perangkat dan sejumlah akun; ia terancam maksimal lima tahun penjara berdasarkan UU ITE.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Keamanan siber ratusan website milik sekolah, perguruan tinggi hingga instansi pemerintah masih rentan dibobol. Celah tersebut dimanfaatkan jaringan promosi judi online dengan menyusupkan konten perjudian ke dalam domain resmi lembaga pendidikan dan pemerintah.

Kerentanan itu terungkap setelah Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap seorang peretas berinisial AHK, warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pelaku diduga meretas puluhan website sekolah dan perguruan tinggi, khususnya di Jatim, lalu menjual akses domain tersebut kepada jaringan promosi judi online dengan keuntungan mencapai Rp400 juta per tahun.

Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto mengatakan, pelaku sengaja mengincar website yang memiliki tingkat kunjungan tinggi, terutama milik sekolah, kampus, dan instansi pemerintah.

"Tersangka melakukan peretasan atau menguasai akun milik sekolah maupun universitas. Ada puluhan sekolah dan puluhan universitas, khususnya di Jawa Timur, yang sudah diretas dan dikuasai domainnya untuk kemudian dijual. Ketika website tersebut diklik, akan muncul subdomain yang berisi promosi perjudian," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Kasus ini terbongkar saat patroli siber Polda Jatim menemukan sejumlah website resmi lembaga pendidikan yang berubah fungsi menjadi media promosi judi online. Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui memanfaatkan celah keamanan pada sistem elektronik milik korban untuk mengambil alih lalu lintas data website.

"Tersangka memanfaatkan kelemahan website milik instansi, sekolah maupun perguruan tinggi. Setelah sistem keamanannya rusak, data lalu lintas internet dikuasai tersangka lalu dijual melalui platform SX Market sehingga domain maupun subdomain tersebut digunakan untuk promosi perjudian," kata Bimo.

Polisi menyita satu unit telepon seluler, akun dompet digital DANA, rekening Bank Danamon dan Bank Mandiri, serta akun Facebook, WhatsApp, dan tiga akun Telegram yang diduga digunakan menjalankan bisnis ilegal tersebut.

AHK kini ditahan dan dijerat Pasal 32 ayat (1) dan/atau Pasal 33 juncto Pasal 48 dan/atau Pasal 49 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More