Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret Sekolah Rakyat Surabaya yang Siap Sambut Siswa Baru 2026
Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya di Kedung Cowek siap menyambut tahun ajaran 2026/2027, dengan ruang kelas, asrama, laboratorium, musala, serta lapangan yang sebagian besar telah selesai dilengkapi.
  • Fasilitas seluas 6,6 hektare ini ditargetkan menampung 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA dari keluarga kurang mampu; kamar asrama diisi sekitar 16–20 siswa.
  • Sebanyak 270 siswa baru mulai MPLS pada 30 Juli 2026, disusul pemeriksaan kesehatan dan perpindahan bertahap sekitar 100 siswa rintisan dari Unesa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sekolah Rakyat terintegrasi 2 Kota Surabaya siap digunakan untuk siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Lalu, seperti apa kondisi bangunan sekolah tersebut?

Berdasarkan pantauan IDN Times, bangunan sekolah beserta asrama yang berada di kawasan Kedung Cowek, Surabaya ini sudah berdiri megah dengan warna dasar cat putih dan oranye cerah. Ruang kelas, asrama, musalah, lapangan sepak bola, basket, dan lain sebagainya telah selesai dikerjakan.

Tampak sejumlah petugas proyek masih lalu lalang di sekitar proyek. Mereka terlihat melakukan finishing di beberapa sudut.

Di bagian bangunan gedung untuk kegiatan belajar mengajar, fasilitas seperti kursi, meja dan lemari sudah mulai ditata rapi. Begitu juga dengan ruang guru dan laboratorium yang juga mulai terisi sarana prasarana.

Kemudian di bagian gedung asrama, barang-barang seperti ranjang susun, meja, kursi, almari juga telah mengisi ruangan. Dalam satu kamar, diisi sekitar 16-20 siswa tergantung dari luasan kamar. Tak cuma itu, setiap asrama putra dan putri juga dilengkapi dengan ruang makan yang juga bakal menjadi kantin. Ruangan tersebut terbuka yang dilengkapi dengan kursi, meja serta tempat cuci tangan.

Sekolah Rakyat terintegrasi 2 Kota Surabaya ini memiliki luas sekitar 6,6 hektere area. Sekolah tersebut akan menampung 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat ini juga telah ditinjau oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari pada Selasa (28/7/2026). Qodari menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat ini merupakan bukti nyata dari eksekusi program dan gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pendidikan. "Mudah-mudahan tempat ini menjadi pintu dan jalan bagi perubahan nasib anak-anak kita yang kurang beruntung serta keluarga mereka. Ini adalah momentum untuk menyaksikan bagaimana program Presiden Prabowo diimplementasikan dan menjadi nyata dari sebuah ide," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menggungkapkan, sebanyak 270 siswa baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dijadwalkan mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 Juli 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya. Sebelum memasuki kegiatan pembelajaran, seluruh siswa diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

“Siswa baru yang masuk ada 270 anak untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Tanggal 30 mereka mulai masuk untuk administrasi, lalu tanggal 31 mulai menginap dan menjalani tes kesehatan khusus siswa SMA. Selanjutnya, tanggal 1 Agustus disusul tes kesehatan untuk jenjang SD dan SMP," ujar.

Setelah rangkaian tes kesehatan selesai, para siswa akan langsung mengikuti kegiatan yang dipandu langsung oleh tim dari kementerian terkait. Selain menyambut 270 siswa baru, fasilitas Sekolah Rakyat juga akan menampung sekitar 100 siswa rintisan yang sebelumnya menempuh pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Siswa rintisan yang kini telah naik ke kelas 2 (jenjang SMA) tersebut akan dipindahkan secara bertahap hingga seluruhnya terpusat di satu lokasi. Jadi total ada 270 siswa baru dan 100 siswa dari sekolah rintisan,” ungkapnya.

Saat berada di asrama, Antiek mengimbau para siswa cukup membawa baju sementara untuk beberapa hari dan seragam lama. “Jika seragam baru dari fasilitas Sekolah Rakyat belum diterima, mereka masih bisa menggunakan seragam yang sebelumnya," tambahnya.

Terkait tenaga pengajar dan kurikulum, seluruh pengawasan berada di bawah kewenangan kementerian. Adapun proses penjaringan siswa dilakukan melalui mekanisme penjangkauan langsung ke masyarakat. “Penjangkauan ini melibatkan kolaborasi antara pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping kecamatan, BPS, serta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Nama-nama calon siswa yang terjaring kemudian ditinjau dan dimasukkan ke dalam sistem pendataan,” jelas Antiek.

Antiek berharap keberadaan fasilitas Sekolah Rakyat yang megah ini dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka putus sekolah di Surabaya, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kami tentunya sangat mendukung dan berharap Sekolah Rakyat ini dapat mengurangi anak putus sekolah dan membantu mengangkat masa depan anak-anak Surabaya dari keluarga tidak mampu," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article