Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Guru Sekolah Rakyat Permanen Masih Kosong, Jatim Andalkan Guru Tamu

Kota Surabaya
Guru Sekolah Rakyat Permanen Masih Kosong, Jatim Andalkan Guru Tamu
200 calon siswa jalani pemeriksaan kesehatan di Gedung Serbaguna Sekolah Rakyat Madiun. IDN Times/Riyanto.
Intinya Sih
  • Sekolah Rakyat permanen di Jawa Timur belum memiliki guru definitif karena rekrutmen masih berlangsung; pengadaan guru dan tenaga kependidikan diperkirakan dimulai akhir September atau awal Oktober 2026.
  • Kegiatan belajar sementara ditopang guru tamu dari sekolah pemerintah daerah dan Pemprov Jatim, terutama guru SMA terdekat; gaji mereka masih mengikuti skema Pemprov selama masa transisi.
  • Pemprov Jatim menyediakan dua guru ngaji per sekolah, bantuan kebutuhan siswa, serta pembinaan edukatif bagi pelanggaran atau kendala adaptasi asrama tanpa langsung mengeluarkan siswa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times – Operasional Sekolah Rakyat (SR) permanen di Jawa Timur (Jatim) masih menghadapi tantangan ketersediaan tenaga pendidik. Hingga saat ini, guru definitif belum tersedia karena proses rekrutmen masih berlangsung. Sebagai solusi sementara, kegiatan belajar mengajar mengandalkan sistem guru tamu yang dipinjam dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Restu Novi Widiani mengatakan, rekrutmen guru dan tenaga kependidikan diperkirakan baru dimulai pada akhir September hingga awal Oktober 2026. "Saat ini masih proses rekrutmen. Guru dan tenaga kependidikan baru diperkirakan mulai direkrut akhir September atau awal Oktober. Untuk sementara kami menggunakan sistem guru tamu," ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Novi menjelaskan, guru tamu tersebut berasal dari sekolah-sekolah di bawah pemerintah kabupaten/kota maupun Pemprov Jatim. Khusus jenjang SMA, Dinsos telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan Jatim untuk meminjam guru yang lokasinya berdekatan dengan Sekolah Rakyat.

"Untuk SMA kami sudah berkoordinasi dengan BKD dan Dinas Pendidikan Provinsi. Kami mencari guru SMA yang lokasinya paling dekat dengan sekolah agar sementara bisa mengajar sebagai guru tamu," katanya.

Novu menegaskan, pembiayaan rekrutmen guru definitif nantinya menjadi kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos). Sementara guru yang saat ini dipinjamkan masih menerima gaji sesuai skema Pemprov Jatim karena masa transisi masih berlangsung.

"Untuk guru baru nanti masih dalam pembahasan karena sekarang memang masa transisi. Guru yang dipinjamkan saat ini gajinya masih mengikuti skema Pemprov," jelas Novi.

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga memperkuat pendidikan karakter melalui penyediaan guru ngaji di seluruh Sekolah Rakyat. Saat ini setiap sekolah mendapat dua guru ngaji yang mengajar dua kali dalam sepekan.

Honor guru ngaji sebesar Rp500 ribu per orang per bulan bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinsos Jatim. Menurut Novi, kebutuhan tenaga pendamping keagamaan masih akan dievaluasi seiring bertambahnya jumlah siswa di Sekolah Rakyat permanen yang tahun ini jauh lebih banyak dibanding masa perintisan.

"Kami juga bekerja sama dengan organisasi keagamaan agar ada dukungan bersama. Menurut saya, Sekolah Rakyat ini merupakan tanggung jawab bersama," katanya.

Selain dukungan tenaga pendidik, Pemprov Jatim juga melengkapi sejumlah kebutuhan siswa yang belum seluruhnya dipenuhi Kemensos. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan mandi, kebutuhan sehari-hari, perlengkapan ibadah, hingga Al-Qur'an yang diberikan kepada seluruh siswa.

Novi menambahkan, sistem pembinaan di Sekolah Rakyat juga mengedepankan pendekatan edukatif. Apabila terdapat siswa yang melanggar aturan atau kesulitan beradaptasi dengan sistem asrama, sekolah tidak langsung mengeluarkan mereka, melainkan memberikan pembinaan melalui berbagai program, termasuk penitipan sementara di UPT, Liponsos, atau Bina Karya sesuai tingkat permasalahan.

"Tujuannya bukan menghukum, tetapi memberikan pembinaan agar mereka menyadari kesempatan yang dimiliki untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More