Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kuota 5.370 Murid SR Jatim Belum Full, Khofifah: Masih Penjaringan

Kuota 5.370 Murid SR Jatim Belum Full, Khofifah: Masih Penjaringan
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, dalam acara Open House Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/6/2026). (dok. Kementerian Sosial)
Intinya Sih
  • Pemprov Jatim memastikan proses penjaringan calon murid Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 masih berlangsung dan belum ada daftar final penerimaan.
  • Pendamping PKH dan Dinsos kabupaten/kota terus melakukan verifikasi, sosialisasi, serta pendampingan kepada keluarga calon siswa untuk memahami sistem pendidikan berasrama di SR.
  • Kemensos menggelar Open House Sekolah Rakyat guna mempercepat pemenuhan kuota 5.370 murid di 28 lokasi sebelum pemeriksaan kesehatan dan MPLS pertengahan Juli 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memastikan proses penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan belum ada daftar final murid yang diterima karena proses verifikasi dan pendampingan masih dilakukan di seluruh kabupaten/kota.

Khofifah mengatakan penjaringan calon murid dilakukan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinas Sosial kabupaten/kota. Proses tersebut terus dioptimalkan untuk memenuhi kuota, terutama di 18 SR permanen yang akan mulai beroperasi tahun ini.

"Penjaringan calon murid SR masih terus berlangsung. Bersama SDM PKH dan Dinsos kabupaten/kota, kami terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan SR, khususnya konsep pendidikan berasrama," ujar Khofifah, Kamis (9/7/2026).

Ia menekankan, pendampingan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai sistem pendidikan berbasis asrama, pola pengasuhan, pembinaan karakter, hingga fasilitas yang akan diterima peserta didik selama menempuh pendidikan.

Untuk mempercepat pemenuhan kuota, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menggelar program Open House Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada calon murid dan orang tua melihat langsung proses belajar, fasilitas, hingga perkembangan peserta didik di SR rintisan yang berjalan sejak 2025.

Melalui kegiatan itu, masyarakat dapat menyaksikan peningkatan kemampuan akademik, pembentukan karakter, serta perubahan kepercayaan diri para murid. Pengalaman wali murid SR rintisan juga dibagikan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani mengatakan jumlah calon murid masih terus bergerak karena proses penjaringan belum selesai. Penetapan peserta didik baru akan dilakukan setelah seluruh tahapan verifikasi dirampungkan oleh pemerintah kabupaten/kota.

"Kami optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya proses penjaringan dan pendampingan," katanya.

Pemprov Jatim menargetkan kuota peserta didik sudah terpenuhi sebelum rangkaian pemeriksaan kesehatan gratis, tes DNA, dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada 14-17 Juli 2026.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SR di Jatim ditargetkan beroperasi di 28 lokasi, terdiri atas 18 SR permanen dan 10 SR rintisan. Total tersedia 179 rombongan belajar dengan daya tampung 5.370 murid, meliputi 1.680 SD, 1.860 SMP, dan 1.830 SMA.

Di sisi lain, 10 SR rintisan yang telah lebih dulu beroperasi tetap melanjutkan proses pembelajaran dengan total 852 murid. Sekolah tersebut tersebar di Lamongan, Ponorogo, Probolinggo, Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Bojonegoro, Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Mojokerto.

Dinsos Jatim menegaskan hingga kini belum ada penetapan resmi daftar peserta didik SR tahun ajaran 2026/2027. Jumlah murid yang diterima masih dapat berubah mengikuti proses penjaringan, verifikasi, dan penetapan akhir oleh pemerintah daerah masing-masing.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More