ABK Tewas Mendadak di Tengah Laut, Pelayaran Berakhir Duka

- Seorang ABK bernama W (47) asal Paciran, Lamongan meninggal mendadak di atas kapal KMN Mitra Usaha saat berlayar di Perairan Masalembu pada Selasa malam, 7 Juli 2026.
- Nakhoda dan kru sempat memberi pertolongan pertama sebelum memutuskan menghentikan aktivitas melaut dan membawa kapal kembali ke Pelabuhan PPN Brondong untuk evakuasi jenazah.
- Polisi melakukan visum di RS ARSY Paciran serta memeriksa saksi, sementara penyebab pasti kematian masih menunggu hasil medis meski korban diketahui memiliki riwayat hipertensi.
Lamongan, IDN Times – Pelayaran KMN Mitra Usaha yang semula berburu hasil tangkapan di Perairan Masalembu berubah menjadi perjalanan duka. Seorang anak buah kapal (ABK) berinisial W (47), warga Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, meninggal dunia secara mendadak saat kapal masih berada jauh di tengah laut.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban sempat beraktivitas seperti biasa sebelum tiba-tiba ambruk dan akhirnya mengembuskan napas terakhir di atas kapal.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid mengatakan, KMN Mitra Usaha berangkat melaut dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong pada Sabtu (27/6/2026) dengan tujuan Perairan Masalembu. Kapal itu diawaki seorang nahkoda dan 13 ABK.
"Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya selesai mandi, melaksanakan salat, kemudian mencuci pakaian," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Sekitar pukul 16.00 WIB, saat hendak menjemur pakaian, korban mendadak terjatuh dan tidak sadarkan diri. Rekan-rekannya segera mengangkat korban ke dalam rumah-rumahan kapal, sementara nakhoda berupaya memberikan pertolongan pertama dengan mengoleskan minyak kayu putih di bagian perut korban.
Korban kemudian terlihat tertidur sehingga para ABK berharap kondisinya akan membaik. Namun harapan itu pupus beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 23.00 WIB, nahkoda kembali memeriksa kondisi korban. Saat dicek, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
"Setelah dilakukan pengecekan denyut nadi dan pernapasan, korban dinyatakan telah meninggal dunia," kata Hamzaid.
Suasana duka langsung menyelimuti seluruh awak kapal. Nakhoda memutuskan menghentikan seluruh aktivitas penangkapan ikan dan segera mengarahkan kapal kembali menuju Pelabuhan PPN Brondong.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam dari Perairan Masalembu, KMN Mitra Usaha akhirnya bersandar di Pelabuhan Brondong pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 19.50 WIB. Setibanya di pelabuhan, personel Satpolairud Polres Lamongan bersama Kasatpolairud AKP Guntur langsung melakukan proses evakuasi jenazah.
Korban kemudian dibawa ke RS ARSY Paciran untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum.
Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Menurut keterangan keluarga, W diketahui memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Meski demikian, kepolisian menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
"Setelah menerima informasi, personel Satpolairud langsung melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari koordinasi dengan pihak terkait hingga mengevakuasi jenazah ke RS ARSY Paciran untuk dilakukan visum. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat hipertensi, namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis," pungkas Hamzaid.


















