Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Musim Sekolah Jadi Rezeki Penjahit di Magetan

Musim Sekolah Jadi Rezeki Penjahit di Magetan
Edi Purwanto, penjahit seragam di Jalan Kelud, Kelurahan Magetan saat mengerjakan pesanan seragam sekolah. IDN Times/Riyanto.
Intinya Sih
  • Menjelang tahun ajaran baru 2026–2027, penjahit di Magetan kebanjiran pesanan seragam sekolah hingga beberapa terpaksa menolak pelanggan karena kapasitas produksi penuh.
  • Meskipun biaya bahan meningkat, sebagian penjahit memilih mempertahankan tarif jahit sekitar Rp150–160 ribu per stel demi menjaga kepercayaan pelanggan tetap loyal.
  • Musim penerimaan siswa baru selalu jadi momen panen bagi penjahit lokal, dengan permintaan tinggi meski sedikit lebih sepi dibanding tahun sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Magetan, IDN Times – Setiap tahun ajaran baru selalu membawa cerita dan berkah bagi para penjahit seragam sekolah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seperti pada ajaran tahun ini, 2026-2027. Permintaan jasa jahit melonjak dalam dua bulan terakhir hingga membuat sejumlah penjahit kewalahan dan terpaksa menolak pesanan baru.

1. Pesanan membludak, penjahit sampai menolak pelanggan

Riyanto
Penjahit kerjakan pesanan seragam sekolah. IDN Times/Riyanto.

Edi Purwanto, penjahit seragam di Jalan Kelud, Kelurahan Magetan, mengaku pesanan datang lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, ia bahkan sudah menghentikan penerimaan pesanan baru karena kapasitas produksi telah penuh.

"Sudah sekitar seminggu ini saya tidak menerima pesanan lagi karena tenaga yang ada sudah penuh. Kalau dipaksakan, khawatir hasilnya tidak maksimal," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Di tempat usahanya, tiga orang penjahit harus menyelesaikan pesanan seragam untuk siswa SD, SMP hingga SMA, baik negeri maupun swasta.

2. Harga jasa jahit tetap, meski biaya produksi naik

Riyanto
Penjahit kerjakan pesanan seragam sekolah. IDN Times/Riyanto.

Setiap stel seragam dibanderol sekitar Rp150 ribu hingga Rp160 ribu, tergantung model dan tingkat kesulitannya. Menariknya, Edi memilih tidak menaikkan tarif meski harga benang dan bahan penunjang lainnya terus meningkat.

Menurutnya, mempertahankan harga merupakan cara menjaga kepercayaan pelanggan yang selama ini setia menggunakan jasanya. Ia juga melayani penyediaan kain jika diminta pelanggan, dengan biaya tambahan sesuai kebutuhan.

3. Tahun ajaran baru selalu jadi musim panen penjahit

Riyanto
Penjahit kerjakan pesanan seragam sekolah. IDN Times/Riyanto.

Penjahit lain, Sri Mulyani, juga merasakan meningkatnya permintaan menjelang sekolah dimulai. Bersama suaminya yang telah membuka usaha jahit sejak dekade 1990-an, ia mampu menyelesaikan sekitar satu stel seragam setiap hari.

Meski pesanan meningkat dibanding hari biasa, Sri menilai musim penerimaan siswa baru tahun ini masih sedikit lebih sepi dibandingkan tahun lalu.

"Alhamdulillah, pesanan memang naik karena anak-anak segera masuk sekolah, tetapi kalau dibandingkan tahun lalu masih sedikit lebih sepi. Sehari saya sama suami bisa menyelesaikan satu stel seragam sekolah," tuturnya.

Bagi para penjahit di Magetan, musim masuk sekolah tetap menjadi momen yang paling dinantikan setiap tahun. Di tengah menjamurnya seragam produksi pabrikan, jasa jahit rumahan masih menjadi pilihan banyak orang tua yang mengutamakan ukuran pas dan hasil jahitan yang rapi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More