Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Pengamen Surabaya Tewas Nyebur Sungai, Satpol PP Perbaiki Patroli

IMG-20250826-WA0044.jpg
Kepala Satpol PP saat menemui keluarga korban pengamen tenggelam. (Dok. Satpol PP Surabaya)
Intinya sih...
  • Pengamen Surabaya bernama Rendi (20) tewas tercebur Sungai Jagir, Wonokromo, setelah ketakutan melihat Satpol PP patroli.
  • Satpol PP Kota Surabaya akan mengevaluasi penindakan mereka dan berjanji untuk lebih humanis dalam bekerja ke depannya.
  • Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti mengatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan anggota untuk melakukan pencarian korban.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Seorang pengamen di Surabaya bernama Rendi (20) tewas tercebur Sungai Jagir, Wonokromo, Surabaya, Minggu (25/8/2025) setelah ketakutan melihat Satpol PP patroli. Atas hal tersebut, Satpol PP pun berjanji akan memperbaiki cara mereka dalam berpatroli.

Satpol PP Kota Surabaya akan mengevaluasi penindakan yang mereka lakukan. Paska insiden itu, Satpol akan lebih humanis dalam bekerja.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini pun mendatangi rumah duka Rendi. Ia kemudian menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban.

"Kami berbelasungkawa kepada ibu dan kakak almarhum. Saya atas nama pribadi dan Satpol PP mengucapkan bela sungkawa. Semoga almarhum diberi tempat terbaik di sisi-Nya," ujar Zaini, Selasa (26/8/2025).

Zaini mengklaim, saat peristiwa Rendi masuk sungai, memang anggotanya tengah patroli. Tetapi, ia memastikan saat itu anggotanya sedang tidak mengejar Rendi.

"Setiap saat kami patroli. Kemarin juga humanis. Kawan-kawan lewat saja, sebenarnya," terang dia.

Walau begitu, Zaini mengakui bahwa kejadian kemarin menjadi pelajaran bagi instansinya. Untuk itu, ke depannya penegakan peraturan daerah akan dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis.

"Peristiwa ini jadi pembelajaran buat kita semua. Kerja kawan-kawan sudah bagus, tapi akan lebih baik lagi dan lebih humanis lagi untuk penegakan perda," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengamen di Surabaya berinisial R (20) hanyut di sungai Jagir, Wonokromo, Surabaya diduga menceburkan diri setelah panik melihat ada petugas Satpol PP patroli, Minggu (24/8/2025) pukul 01.35 WIB Korban hingga kini masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti mengatakan, R masuk ke dalam sungai setelah panik melihat ada petugas Satpol PP. Tetapi, ia memastikan saat itu petugas tidak sedang mengejar R.

"Gak lagi dikejar Satpol PP, tapi dia melihat ada Satpol PP, tapi tidak dikejar. Jadi lari sendirian sendirinya," ujar Linda ditemui di lokasi posko SAR.

Melihat R masuk ke dalam sungai, ada personel Satpol PP yang juga ikut masuk ke dalam sungai tersebut. Personel Satpol PP tersebut kini sedang dirawat di RSUD dr M Soewandhie.

"Malah ada teman Satpol PP yang berusaha nolong dan sekarang juga sedang di rawat di RSUD M Soewandhie," ungkapnya.

Linda menyebut, setelah insiden pengamen tenggelam, pihaknya langsung menerjunkan anggota untuk melakukan pencarian. Pencarian dimulai sekitar pukul 01.35 dini hari.

"Kita turunkan perahu ada empat, dari PMK, dari BPBD, dari Basarnas, ada juga relawan. Kalau personel saya enggak hitung ya, kalau 50-an gitu. Karena cukup banyak dari relawan dari macam-macam bersama juga," ungkap Linda.

Linda mengungkap, pencarian dilakukan dengan membuat gerakan air menggunakan perahu. Hal ini agar, korban yang tenggelam di dalam air bisa muncul di permukaan.

"Sudah tiga empat kali lah kami hari ini turun. Kalau ini sih kami main dua perahu di sini dan dua perahu di sana. Pola ini sama seperti yang sebelumnya. Kami coba buat semacam gerakan air supaya kemudian mungkin korban itu bisa muncul lagi," ungkapnya.

Kesulitan pencarian kali ini adalah kondisi permukaan sungai yang dipenuhi lumpur, kayu hingga ranting. Hal itu menyulitkan tim SAR untuk melakukan penyelaman.

"Arusnya tenang pagi-pagi. Cuman pada saat air dibuka di sana lumayan deras sih. Tapi sekarang kan pintu airnya ditutup," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us