Para Kiai Sepuh Minta Pimpinan PBNU Hentikan Saling Serang di Media

- Sejumlah kiai sepuh NU gelar pertemuan di Pondok Pesantren Ploso, Kediri
- Minta pihak yang berkonflik di PBNU hentikan pernyataan di media
- Minta Nahdliyin untuk menjunjung tinggi etika bermedsos
Kediri, IDN Times - Sejumlah kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Ploso, Mojo Kediri. Pertemuan ini merupakan bentuk respons atas prahara yang terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Forum Sesepuh NU ini mengeluarkan sejumlah pernyataan sikap. Mereka merasa sangat prihatin dengan permasalahan yang terjadi saat ini dan berharap dapat segera dilakukan Islah.
1. Sejumlah kiai mengikuti pertemuan secara online

Juru Bicara Forum Sesepuh NU, KH Oing Abdul Muid mengatakan pertemuan ini diprakarsai oleh KH Anwar Mansyur (dari Ponpes Lirboyo) dan KH Nurul Huda Jazuli (dari Ponpes Ploso) untuk menyikapi permasalahan yang muncul di tubuh PBNU belakangan ini.
Sebanyak 10 kiai sepuh mengikuti pertemuan forum ini, baik secara langsung maupun online. Mereka adalah KH. Anwar Manshur (Lirboyo), KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso), KH. Ma’ruf Amin, KH. Said Aqil Siroj, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Lirboyo), KH. Abdul Hannan Ma’shum (Kwagean), KH. Kholil As’ad (Situbondo), KH. Ubaidillah Shodaqoh, KH. dr. Umar Wahid dan KH. Abdulloh Ubab Maimoen (Sarang).
"Forum Sesepuh NU menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di PBNU saat ini semua berharap bisa segera terjadi Islah," ujarnya, Minggu (30/11/2025).
2. Minta pihak yang berkonflik untuk hentikan pernyataan di media

Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama menyerukan kepada para pihak di PBNU yang sedang berkonflik agar menghentikan pernyataan-pernyataan di media, terlebih yang berkaitan dengan hal-hal yang dapat membuka aib dan berpotensi merusak marwah jam’iyyah.
Para kiai sepuh ini juga mengimbau PWNU, PCNU, PCINU dan seluruh struktur NU di semua tingkatan untuk tetap fokus pada tugas, kegiatan, dan program di wilayah masing-masing, serta tidak turut terlibat dalam konflik internal yang sedang terjadi di PBNU.
"Kami menyerukan kepada pihak yang berkonflik untuk menghentikan pernyataan di media yang dapat membuka aib dan berpotensi merusak marwah jam’iyyah," tuturnya.
3. Minta Nahdliyin untuk menjunjung tinggi etika bermedsos

Selain itu para kiai sepuh ini juga mengajak seluruh warga NU untuk senantiasa menjaga ukhuwah nahdliyah serta menjunjung tinggi etika bermedsos.
“Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama mengimbau warga NU agar memperbanyak taqarrub kepada Allah SWT, seraya memohon agar persoalan yang terjadi di PBNU segera memperoleh jalan keluar terbaik yang paling maslahat,” pungkasnya.














