Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Operasi SAR KM Mutiara Sentosa II Ditutup, Jaswar Masih Mencari Ayahnya

Kota Surabaya
Operasi SAR KM Mutiara Sentosa II Ditutup, Jaswar Masih Mencari Ayahnya
Anak Bustam, Jaswar saat menunjukkan video ayahnya di atas kapal. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Basarnas menutup operasi SAR gabungan KM Mutiara Sentosa II pada 4 Agustus 2026 setelah mengonfirmasi 238 korban telah dievakuasi, termasuk lima korban meninggal.
  • Operasi dialihkan menjadi kesiap-siagaan rutin yang tetap berfokus di perairan lokasi kejadian, sementara keluarga penumpang yang belum ditemukan dapat melapor ke posko.
  • M Jaswar Bustam mencari ayahnya, Bustam Sanusi, yang tidak tercantum dalam manifes maupun daftar korban; keluarga menyerahkan data antemortem dan diminta menunggu 5-7 hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Basarnas resmi menghentikan operasi gabungan pencarian dan penyelamatan korban KM Mutiara Sentosa II pada Selasa (4/8/2026). Namun, tak lama setelah operasi SAR dinyatakan berakhir, seorang pria bernama M Jaswar Bustam (26) datang ke Posko Terpadu Penanganan Penumpang KM Mutiara Sentosa II di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, bersama ibu dan kerabatnya untuk mencari sang ayah, Bustam Sanusi.

Keluarga Bustam datang dari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dengan harapan mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Bustam yang menjadi penumpang kapal nahas tersebut.

Setibanya di posko, Jaswar mencari nama ayahnya pada daftar korban selamat maupun meninggal yang terpampang di papan informasi. Namun, nama Bustam tidak tercantum dalam kedua daftar tersebut.

Raut wajah Jaswar tampak lemas ketika mendengar Basarnas mengumumkan penghentian operasi pencarian. Meski demikian, ia tetap melaporkan kehilangan ayahnya ke posko pengaduan dan menyerahkan data antemortem kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

"Tadi ke Posko DVI Polda Jatim sudah, ini kasih data-data (antemortem)," ujarnya.

Jaswar mengungkapkan, ayahnya yang bekerja sebagai sopir ekspedisi sempat mengirimkan video pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam video yang kemudian viral di media sosial itu, Bustam tampak mengenakan jaket pelampung bersama penumpang lain di atas kapal yang sedang terbakar.

"Kirim video jam 09.00 WIB. Pas saya hubungi lagi sekitar jam 11.47 WIB sudah tidak aktif," katanya.

Kerabat Jaswar, Hasanudin, mengatakan keluarga sempat meminta informasi kepada sejumlah korban selamat. Berdasarkan keterangan mereka, Bustam sempat berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut menggunakan pelampung. Namun, pelampung yang dikenakannya beberapa kali terlepas.

Menurut cerita para penyintas, Bustam sempat beberapa kali ditolong untuk naik ke tempat yang lebih aman. Namun ia kembali terjatuh ke laut hingga tiga kali sebelum akhirnya hilang dari pandangan.

"Nah, dia itu sudah ditolong teman, dinaikkan, jatuh lagi. Dinaikkan lagi, jatuh sampai tiga kali. Ceritanya pelampungnya lepas. Setelah itu dia hilang, tidak ketemu lagi," tutur Hasanudin.

Ia mengatakan para penyintas tidak dapat memastikan apa yang sebenarnya terjadi terhadap Bustam karena saat itu mereka juga berjuang menyelamatkan diri.

"Yang cerita itu juga sedang menyelamatkan dirinya sendiri," ujarnya.

Hasanudin menambahkan, keluarga telah menanyakan kemungkinan Bustam masih dapat ditemukan. Menurut keterangan Basarnas, keluarga diminta menunggu sekitar lima hingga tujuh hari untuk perkembangan lebih lanjut.

Bustam diketahui tidak tercantum dalam manifes penumpang karena menggunakan tiket milik orang lain sebagai penumpang pengganti.

"Tiket tidak sesuai karena tiketnya atas nama orang lain," kata Hasanudin.

Sebelumnya, Basarnas RI secara resmi menghentikan operasi gabungan SAR KM Mutiara Sentosa II setelah seluruh korban yang terdata berhasil dievakuasi. Meski demikian, keluarga yang masih mencari anggota keluarganya tetap dapat melapor ke Posko Terpadu Penanganan Penumpang KM Mutiara Sentosa II di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kepala Basarnas RI, Marsdya TNI Mohammad Syafi'i, mengatakan hasil verifikasi bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta operator kapal menunjukkan jumlah penumpang yang berada di atas KM Mutiara Sentosa II sebanyak 238 orang.

"Setelah kita konfirmasi antara Kesyahbandaran dengan owner yang mengoperasikan kapal Mutiara Sentosa II, hari ini juga dihadiri Bapak Wamen, kita mendapatkan data riil bahwa jumlah korban yang berada dalam kapal yaitu 238 orang," ujar Syafi'i saat konferensi pers di Posko Terpadu Penanganan Penumpang KM Mutiara Sentosa II.

Dari total 238 korban, lima orang dinyatakan meninggal dunia dan seluruh korban telah dievakuasi ke Surabaya. Korban meninggal dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya, korban luka dirawat di RS PHC Surabaya, sedangkan korban selamat yang tidak mengalami luka mendapat tempat istirahat sementara di hotel.

Dengan selesainya proses evakuasi, Basarnas menghentikan operasi pencarian khusus dan mengalihkannya menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang berada di bawah kendali Kepala Kantor SAR Surabaya. Meski demikian, pemantauan tetap difokuskan di perairan lokasi terjadinya kebakaran KM Mutiara Sentosa II.

"Secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II saya alihkan kepada operasi rutin, yaitu operasi kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya. Namun pelaksanaan operasi rutin ini tetap kami fokuskan pada perairan lokasi kejadian," jelas Syafi'i.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More