Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lawu Membludak! Antrean Pendaki Mengular Bak Pasar Malam

Lawu Membludak! Antrean Pendaki Mengular Bak Pasar Malam
ilustrasi pendakian gunung (unsplash/alpifree)
Intinya Sih
  • Libur panjang Idul Fitri 2026 menyebabkan lonjakan besar pendaki di Gunung Lawu, terutama di jalur Cemorosewu yang dipadati antrean sejak dini hari.
  • Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, menyebut mayoritas pendaki adalah tektok yang ingin menikmati momen Lebaran di puncak dengan jumlah harian mencapai lebih dari 500 orang.
  • Antrean diprediksi berlanjut hingga libur sekolah usai, sementara cuaca dinilai aman dan Perhutani mengimbau pendaki tetap patuhi aturan serta utamakan keselamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Magetan, IDN Times - Libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2026 memicu lonjakan drastis jumlah pendaki di Gunung Lawu. Dampaknya, jalur pendakian Cemorosewu dipadati antrean panjang calon pendaki hingga viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, ratusan pendaki tampak mengular sejak dini hari di area registrasi. Suasana bahkan disebut menyerupai pasar malam karena ramainya pengunjung yang memadati lokasi.

Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut antrean panjang terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama saat registrasi pendakian tektok dibuka pukul 01.00 WIB.

“Sejak tiga hari terakhir antrean memang cukup panjang seperti yang terlihat di video. Mayoritas adalah pendaki tektok yang ingin menikmati momen Lebaran di puncak Lawu,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, lonjakan jumlah pendaki selama libur Lebaran cukup signifikan. Dalam satu hari, jumlah pendaki yang melalui jalur Cemorosewu bisa menembus lebih dari 500 orang. Tingginya minat tersebut membuat antrean panjang tidak terhindarkan, terutama pada jam-jam awal pembukaan registrasi.

Mulyadi memperkirakan fenomena ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, seiring masa libur sekolah yang belum berakhir.

“Prediksi kami antrean masih akan terus terjadi sampai libur sekolah selesai. Tidak hanya di Cemorosewu, jalur lain di Gunung Lawu juga mengalami peningkatan jumlah pendaki,” jelasnya.

Dari sisi cuaca, kondisi saat ini dinilai cukup aman untuk aktivitas pendakian. Sebelumnya, jalur pendakian sempat ditutup selama bulan Ramadan akibat cuaca ekstrem yang berisiko bagi keselamatan.

Kini, setelah jalur kembali dibuka, Gunung Lawu langsung diserbu pendaki yang memanfaatkan momen libur panjang. Meski demikian, Perhutani tetap mengimbau pendaki untuk mematuhi aturan, menjaga kondisi fisik, serta mengutamakan keselamatan selama pendakian.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More