DPRD Jember Minta Maaf, Anggota Viral Main Game Bakal Disanksi

- Ketua DPRD Jember Abdul Halim menyampaikan permintaan maaf atas tindakan anggota dewan yang viral karena bermain game sambil merokok saat rapat resmi berlangsung.
- DPRD Jember akan memproses pelanggaran etika tersebut melalui Badan Kehormatan Dewan, dengan kemungkinan sanksi administratif hingga disiplin sesuai mekanisme lembaga dan partai.
- Partai Gerindra Jember menegaskan akan melaporkan kasus ini ke pimpinan pusat serta memanggil anggota terkait untuk klarifikasi dan permintaan maaf kepada publik.
Jember, IDN Times - Ketua DPRD Jember Abdul Halim meminta maaf atas ulah salah satu anggota dewan yang viral di media sosial karena diduga bermain game sambil merokok saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) berlangsung. DPRD Jember memastikan akan memproses pelanggaran tersebut melalui Badan Kehormatan Dewan (BKD).
“Atas nama pimpinan DPRD Jember, kami menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan anggota kami. Tentunya ini akan ada proses menyangkut etika DPRD. Dan kami juga tegur yang bersangkutan,” ujar Halim saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (12/5/2026).
Menurut Halim, proses penanganan akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku di lembaga DPRD maupun internal partai. Ia menyebut sanksi administratif hingga sanksi disiplin berpotensi dijatuhkan kepada anggota dewan tersebut.
“Prosesnya nanti akan kita proses di BKD. Secara kelembagaan mungkin akan ada sanksi administrasi atau sanksi disiplin,” katanya.
Halim yang juga Ketua DPC Gerindra Jember mengungkapkan anggota dewan yang viral tersebut merupakan kader baru di fraksinya. Karena itu, pihak partai juga akan melaporkan persoalan tersebut ke pimpinan pusat.
“Tentu nanti akan kami laporkan ke pimpinann(DPD/DPP),” ucapnya.
Halim menegaskan partainya memiliki sistem disiplin yang ketat sehingga persoalan tersebut akan menjadi evaluasi serius. “Kami akan memproses sesuai ketentuan yang berlaku baik di partai maupun lembaga. Dari partai tentu akan menindak melalui teguran, sanksi administratif maupun sanksi disiplin keanggotaan,” tegasnya.
Selain itu, pihak DPRD juga akan memanggil anggota yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada publik. “Bukan hanya saran, kita akan panggil beliau untuk proses klarifikasi. Minimal beliau mau menyampaikan permintaan maaf. Ini akan menjadi catatan bagi kami karena di partai kami menerapkan sistem kedisiplinan yang ketat,” lanjut Halim.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video seorang anggota DPRD Jember yang tampak memainkan ponsel diduga untuk bermain game memegang rokok saat rapat Komisi D DPRD Jember berlangsung pada Senin (11/5/2026).
Rapat tersebut diketahui membahas layanan kesehatan di Kabupaten Jember. Dalam video yang beredar, anggota dewan itu terlihat fokus pada layar ponsel sambil menggerakkan jari layaknya bermain game di tengah forum resmi.
















