Di Tengah Kemewahan Sekolah Rakyat, Siswa SD di Magetan Masih Belajar di Teras

Di tengah sorotan fasilitas mewah Sekolah Rakyat, siswa SDN Sumbersawit 3 Magetan harus belajar di teras, musala, dan balai dusun karena ruang kelas terbatas.
Sekolah hanya memiliki tiga ruang kelas aktif untuk enam jenjang, sementara beberapa bangunan rusak parah pada bagian atap dan plafon sehingga tak bisa digunakan.
Disdikpora Magetan mencatat hampir 100 ruang kelas rusak berat di wilayahnya dan berjanji melakukan perbaikan bertahap lewat APBD serta program revitalisasi pemerintah pusat.
Magetan, IDN Times – Di saat publik ramai membicarakan fasilitas mewah Sekolah Rakyat (SR), mulai dari sepatu hingga perlengkapan siswa yang nilainya disebut mencapai ratusan ribu bahkan hingga jutaan rupiah, potret miris justru terlihat di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Puluhan siswa SD Negeri Sumbersawit 3, Kecamatan Sidorejo, masih harus belajar di teras sekolah, musala, hingga balai dusun karena keterbatasan ruang kelas dan kondisi bangunan yang rusak.
1. Saat Sekolah Rakyat dapat fasilitas mewah, siswa ini belajar di teras

Kondisi memprihatinkan itu mencuat setelah beredar foto dan video siswa belajar lesehan di lantai tanpa alas. Situasi tersebut terjadi ketika ruang kelas diprioritaskan untuk pelaksanaan tes sumatif siswa kelas 6.
“Kalau kelas enam ujian, kami belajar di teras. Kadang juga di musala atau tempat lain. Tidak ada ruang kelas,” ujar Fahri, salah satu siswa.
Para siswa mengaku sudah terbiasa belajar di luar kelas ketika ruangan tidak mencukupi.
2. Sekolah hanya punya tiga ruang kelas

Plt Kepala SDN Sumbersawit 3, Supriyana Mulyanta, membenarkan jika sekolah hanya memiliki tiga ruang kelas untuk menampung siswa kelas 1 hingga kelas 6. Beberapa ruang lain terpaksa dialihfungsikan menjadi ruang guru, ruang kepala sekolah, hingga ruang komputer. Sementara sebagian bangunan lainnya rusak dan tidak bisa digunakan.
“Ada bangunan yang rusak sehingga tidak bisa digunakan untuk belajar,” jelasnya.
Kerusakan terjadi pada bagian atap dan plafon. Selama ini, perbaikan hanya dilakukan seadanya secara mandiri oleh pihak sekolah.
3. Hampir 100 ruang kelas di Magetan rusak berat

Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi, saat dikonfirmasi soal ini mengatakan keterbatasan ruang kelas menjadi penyebab utama siswa harus belajar di tempat alternatif. Ia beralasan jika pembangunan ruang kelas baru di SDN Sumbersawit 3 tidak mudah dilakukan karena jumlah siswa sedikit dan kondisi lahan sangat terbatas.
“Lahannya juga terbatas, di belakang sudah jurang,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Disdikpora berjanji akan anggarkan perbaikan secara bertahap melalui APBD maupun program revitalisasi pemerintah pusat. Disdikpora mencatat saat ini terdapat hampir 100 ruang kelas rusak berat di Kabupaten Magetan yang menjadi prioritas penanganan.















