Kasus Leptopirosis di Tulungagung Telan Satu Korban Jiwa

- Seorang warga Tulungagung meninggal akibat infeksi bakteri leptospira, sementara 13 pasien lainnya dinyatakan suspek dan 11 di antaranya positif leptospirosis.
- Penyakit leptospirosis menular melalui kotoran tikus yang terinfeksi dan dapat menyerang fungsi hati hingga menyebabkan gejala seperti penyakit kuning.
- Dinas Kesehatan mengimbau warga, terutama pekerja sawah, untuk memakai APD dan menerapkan PHBS guna mencegah penularan serta segera memeriksakan diri jika muncul gejala.
Tulungagung, IDN Times - Seorang warga Tulungagung meninggal dunia akibat terinfeksi bakteri leptospira atau penyakit Leptospirosis. Bakteri ini ditularkan melalui kotoran tikus yang terinfeksi atau leptospirosis. Selain itu puluhan pasien juga dinyatakan positif suspek leptospirosis. Angka kasus penyakit ini relatif sama dengan tahun lalu.
1. Sebanyak 13 pasien dinyatakan suspek, sebelas diantaranya dinyatakan positif

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan, berdasarkan data sejak Januari hingga Mai 2026 tercatat ada 13 suspek leptospirosis. Dimana 11 suspek diantaranya positif leptospirosis.
"Dari 13 suspek, dua dinyatakan negatif leptospirosis. Suspek yang dinyatakan positif alhamdulillah mulai sembuh," ujarnya, Rabu (13/5/2026).
2. Penyakit menyebar melalui kotoran tikus

Penyakit leptospiroris dapat tertular melalui kotoran tikus yang terinfeksi bakteri. Biasanya, orang yang tertular tidak mengetahui bahwa air atau makanan yang dikonsumsi sudah terpapar kotoran tikus. Penyakit ini cenderung menyerang fungsi liver. Sehingga seseorang yang terjangkit leptospirosis akan muncul penyakit kuning di sekitar mata, tangan atau kaki.
"Vektor penyakit leptospirosis adalah tikus sawah. Apalagi di Tulungagung masih banyak warga yang bekerja di sawah," jelasnya.
3. Upaya pencegahan melalui perilaku hidup sehat

Aris meminta kepada warga yang bekerja di sawah untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Apabila memiliki keluhan demam, pusing dan nyeri bisa segera periksa ke Puskesmas terdekat.
"Kalau habis kontak dengan kotoran tikus, mohon segera sampaikan ke petugas kesehatan. Sehingga dapat dilakukan deteksi dini agar tidak lebih fatal, salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," pungkasnya.















