Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KM Mutiara Sentosa II Menghilang di Laut, Investigasi KNKT Terhambat

Kota Surabaya
KM Mutiara Sentosa II Menghilang di Laut, Investigasi KNKT Terhambat
Konferensi pers penanganan KM Mutiara Sentosa II, Selasa (4/8/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Bangkai KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan Sumenep hilang sejak hari kedua pencarian, menghambat investigasi KNKT terhadap penyebab kebakaran.
  • KNKT perlu menemukan posisi kapal dan mengidentifikasi bangkai di kedalaman laut sekitar 50 meter, sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak serta sumber daya lebih besar.
  • Kapal rute Surabaya–Makassar terbakar pada 2 Agustus 2026; Basarnas mengevakuasi 238 orang dan mencatat lima korban meninggal, sementara pencarian udara belum menemukan bangkai kapal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Bangkai KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sudah tidak terlihat sejak hari kedua operasi pencarian, Senin (3/8/2026). Hilangnya keberadaan bangkai kapal tersebut menjadi kendala bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam menginvestigasi penyebab kebakaran.

Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Alaik Nurwahyudi, mengatakan pihaknya menduga bangkai KM Mutiara Sentosa II sudah tidak lagi berada di permukaan laut. Menurutnya, proses investigasi baru dapat dilakukan secara menyeluruh setelah tim berhasil menemukan dan mengumpulkan berbagai bukti di lokasi kejadian.

"Idealnya memang kita harus menemukan sedetail mungkin bukti-bukti yang akan mendukung analisis kami, terutama terkait kondisi kapalnya," ujar Alaik saat konferensi pers di Posko Penanganan Penumpang KM Mutiara Sentosa II, Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Menurut Alaik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan posisi bangkai kapal. Setelah itu, tim dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kapal sebagai bagian dari proses investigasi.

"Pertama, kita harus menentukan dulu posisi kapalnya. Kemudian, bagaimana kita melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa kapal tersebut memang berada di bawah air, bukan lagi di permukaan," jelasnya.

Ia menambahkan, proses identifikasi bangkai kapal yang diduga telah tenggelam tidaklah mudah. Dengan kedalaman laut yang diperkirakan mencapai sekitar 50 meter, proses tersebut membutuhkan dukungan sumber daya dan peralatan yang lebih besar.

"Dalam kondisi saat ini, tentunya kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu proses investigasi, tidak hanya dalam konteks pemeriksaan bangkai kapal, tetapi juga dalam lingkup investigasi yang lebih luas," katanya.

Sementara itu, Kepala Basarnas RI, Marsdya TNI Mohammad Syafi'i, mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun dari para penyintas, api pertama kali membakar bagian belakang kapal. Seluruh penumpang kemudian diarahkan menuju bagian depan kapal.

Saat kebakaran berlangsung, kapal mengalami kemiringan. Bagian haluan terangkat, sedangkan buritan semakin turun hingga akhirnya para penumpang terjatuh ke laut.

"Pada saat terakhir penumpang tersebut sampai terjatuh karena ada kemiringan, itu hari pertama. Hari kedua kapal tersebut masih ada," ujar Syafi'i.

Namun, ketika operasi pencarian memasuki hari kedua, Senin (3/8/2026), bangkai kapal sudah tidak terlihat lagi. Kapal Negara (KN) Permadi yang mengevakuasi korban dari kapal-kapal bantuan sempat melihat posisi KM Mutiara Sentosa II. Namun, saat kembali ke lokasi, bangkai kapal telah menghilang.

Basarnas kemudian memastikan keberadaan kapal melalui pencarian udara. Pesawat TNI AL melakukan operasi pencarian selama sekitar 2,5 jam di koordinat yang telah ditentukan, tetapi tidak menemukan bangkai kapal.

"Kami pastikan, dua kali penerbangan pesawat TNI AL selama 2,5 jam melaksanakan operasi pencarian udara di koordinat yang kami berikan," kata Syafi'i.

Upaya serupa juga dilakukan Polri menggunakan helikopter AW169 selama dua hari berturut-turut. Namun, hasilnya tetap nihil.

"Soal bagaimana keberadaan kapal itu, tentunya akan kami lihat perkembangannya ke depan. Apabila KNKT membutuhkan keberadaan kapal tersebut untuk kepentingan investigasi, operasi yang kami laksanakan akan difokuskan untuk mendukung KNKT menemukan kapal itu," ujar Syafi'i.

KM Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep pada Ahad (2/8/2026). Berdasarkan data terbaru Basarnas, sebanyak 238 penumpang berhasil dievakuasi, dengan lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More