Karhutla Bromo Capai 176 Ha, Gubernur Targetkan Rampung Hari ini

- Karhutla di kawasan Gunung Bromo yang bermula dari Blok Bantengan telah meluas hingga membakar 176 hektare hutan.
- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengerahkan helikopter dari Kalimantan untuk water bombing, dengan pengambilan air dari Desa Ranupani.
- Tersisa tiga titik api di Bromo; satu helikopter tambahan dijadwalkan tiba agar pemadaman ditargetkan tuntas hari ini, bergantung kondisi angin.
Malang, IDN Times - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo belum sepenuhnya teratasi. Ini membuat Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa melakukan pemantauan langsung dan menargetkan hari ini api bisa dipadamkan sepenuhnya.
1. Kebakaran terus meluas, Khofifah mengatakan jika helikopter didatangkan langsung dari Kalimantan

Khofifah menyampaikan kalau saat ini api yang awalnya dari Blok Bantengan kini sudah membakar hutan seluas 176 hektare. Oleh karena itu, berkat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), helikopter bisa diterjunkan untuk melakukan water boombing dengan membawa sekitar seribu liter air yang diambil dari Desa Ranupani.
"Kemarin baru sampai 1 (helikopter) itu dari Kalimantan Tengah, saya mengikuti dari Palangkaraya ke (Bandara) Pangkalan Bun, kemudian ke (Bandara) Juanda, kemudian ke (Bandara) Abdulrachman Saleh. Hari ini sudah bisa melakukan penguatan dari upaya untuk pemadaman. Sebelumnya yang dilakukan (menggunakan) drone itu menurut saya pembasahan karene antara 100-150 liter kapasitas air yang bisa dilakukan oleh drone, itupun juga izinnya tidak mudah," terangnya pada Sabtu (8/8/2026).
Selain itu, Khofifah juga mengatakan kalau helikopter yang diterjunkan untuk melakukan water boombing hanya diijinkan terbang hanya dari pukul 07.00 WIB sampai 16.30 WIB saja. Pasalnya angin yang berhembus cukup kencang sehingga membahayakan pilot yang mengendalikan helikopter tersebut.
2. Hari ini ada 1 helikopter baru yang datang untuk membantu pemadaman api

Karena jika hanya 1 helikopter yang melakukan water boombing dirasa kurang maksimal, Khofifah mengatakan kalau akan ada 1 helikopter baru yang akan didatangkan ke Gunung Bromo. Dengan adanya 2 helikopter ini, diharapkan api bisa segera padam terutama yang ada di tebing-tebing curam yang tidak bisa dijangkau tim darat.
"Kalau ada 2 armada (helikopter) dan anginnya landai, sehingga bisa memaksimalkan melakukan water boombing. Tahun 2023 lalu kita masih ambil (air) dari Kaliandra dan Batu, hari ini bisa ambil dari Ranupani, sehingga lebih dekat," jelasnya.
3. Khofifah menargetkan hari ini api bisa dipadamkan seluruhnya

Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan kalau saat ini tersisa 3 titip api saja yang belum berhasil dipadamkan. Oleh karena itu, ia menargetkan hari ini seluruh api bisa dipadamkan dari Gunung Bromo.
"Insya Allah kalau satu lagi (helikopter) datang, bisa tuntas (hari ini). Jadi mudah-mudahan anginnya landai, sehingga 2 helikopter bisa mengambil air dari Ranupani untuk water boombing bisa maksimal," pungkasnya.

















