Karhutla Gunung Bromo Capai 120 Hektare, Helikopter Diterjunkan

- Karhutla di Gunung Bromo meluas hingga Jumat malam, dengan estimasi sementara 120 hektare terbakar dari Blok Bantengan, Watu Gede, sampai Bukit Jantur.
- BPBD Jawa Timur dan BB TNBTS mengerahkan dua helikopter untuk water bombing di tebing curam hingga 90 derajat yang tak dapat dijangkau tim darat.
- Ratusan personel gabungan dari BNPB, BPBD, TNI-Polri, BB TNBTS, dan relawan tetap disiagakan untuk memantau pergerakan api serta mencegah perluasan kebakaran.
Malang, IDN Times - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Bromo terus meluas hingga Jumat (7/8/2026) malam. Hal ini membuat BPBD Jawa Timur dan Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) harus menerjunkan 2 helikopter untuk melakukan water bombing terhadap titik-titik api di Blok Bantengan hingga Bukit Jantur wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
1. Helikopter diterjunkan untuk memadamkan api di titik yang tidak bisa dijangkau tim darat

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja menjelaskan kalau helikopter ini diterjunkan untuk memadamkan api di wilayah tebing yang sulit dijangkau dengan mengambil air di Desa Ranupani. Tebing ini memiliki kemiringan hingga 90 derajat, sehingga tidak mungkin dijangkau manusia.
"Helikopter ini dipanggil karena ada beberapa titik api yang belum padam, lokasinya di tebing-tebing terjal sulit dijangkau tim darat. Jadi kami panggil dan berangkat dari Lanud Abdulrachman Saleh pagi tadi," terangnya.
2. BB TNBTS melaporkan jika saat ini sudah 120 hektare lahan terbakar

Rudijanta menjelaskan kalau sebanyak 120 hektar lahan di kawasan Gunung Bromo yang terbakar. Api melahap hutan mulai dari kawasan Blok Bantengan, Watu Gede, hingga Bukit Jantur. Api semakin sulit dijinakkan karena vegetasi di sana kering akibat kemarau diantaranya cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar.
"Sementara sudah ada 120 hektar yang terbakar, tapi ini masih perhitungan sementara. Sebenarnya api mulai mengecil, tapi kalau di lereng dan tebing-tebing kan harus nunggu helikopter memang, karena tidak akan terjangkau oleh orang. Helikopter ini bukan sekadar untuk mempercepat, tetapi juga memastikan titik api di tebing-tebing itu benar-benar mati," jelasnya.
3. Ratusan personel tim gabungan masih disiagakan di Gunung Bromo

Lebih lanjut, Rudijanta mengatakan kalau ratusan personel yang terdiri dari tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI Polri, BB-TNBTS, dan relawan masih disiagakan di Gunung Bromo sampai saat ini. Petugas terus bersiagamemantau pergerakan api yang sebelumnya sempat bergeser dari blok Bantengan dan Watu Gede hingga menuju ke arah Jandur.
"Petugas gabungan terus bersiaga di bawah untuk mencegah api semakin meluas. Kita masih memantau helikopter yang melakukan water boombing," pungkasnya.



















