Jatim Jadi Prioritas OMC, Hujan Baru Turun Sekali

Jawa Timur diprioritaskan dalam Operasi Modifikasi Cuaca oleh BNPB dan BMKG untuk menjaga pasokan air pertanian di tengah kekeringan.
Selama sekitar sepekan, OMC baru sekali menghasilkan hujan karena keterbatasan awan layak semai; hujan menjangkau Malang Raya hingga Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.
Pemprov Jatim menyiapkan pompa, sumur bor, dan jaringan pipa, serta dukungan anggaran darurat dan bibit bagi petani terdampak kekeringan atau gagal panen.
Surabaya, IDN Times - Kekeringan telah melanda Jawa Timur (Jatim). Pemerintah pun memperkuat langkah menjaga pasokan air untuk sektor pertanian dengan menjadikan Jatim sebagai salah satu wilayah prioritas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau pertumbuhan awan di berbagai wilayah Jatim. Operasi akan dilakukan ketika kondisi awan memungkinkan untuk dimodifikasi.
Namun, pelaksanaan OMC tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa kali upaya selama sekitar sepekan, baru satu operasi yang berhasil menghasilkan hujan.
âBNPB dan BMKG telah menjadikan Jawa Timur salah satu titik prioritas karena kita adalah lumbung pangan nasional. Mereka terus mengamati kondisi awan secara intensif. Apabila memungkinkan, langsung dimobilisasi operasi modifikasi cuaca,â ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Emil pun menjelaskan, kendala utama OMC adalah ketersediaan awan yang memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian. Ketika pertumbuhan awan tidak memungkinkan, operasi tidak dapat dipaksakan.
âMemang tidak mudah karena potensi awan itu. Kita sempat mencoba, ada yang tidak terlaksana. Tetapi ada OMC yang sudah berhasil mendatangkan hujan di wilayah Malang Raya dan selatan,â jelasnua.
Hujan hasil OMC kemudian bergerak hingga sejumlah wilayah selatan Jatim, termasuk Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. âTapi memang tidak mudah karena potensi awan itu. Kita sempat mencoba, ada yang tidak terlaksana. Tetapi ada OMC yang sudah berhasil mendatangkan hujan di wilayah Malang Raya dan selatan. Ini menyusur sampai ke arah Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek,â katanya.
Emil mengakui hujan yang berhasil dipicu melalui OMC tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air di tengah kondisi musim kering. Karena itu, pemantauan awan akan terus dilakukan untuk menentukan waktu operasi berikutnya.
âYang berhasil hujan memang sekali. Potensi ketersediaan awan terus diamati sebelum operasi kembali dilakukan,â tegasnya.
Tak hanya mengandalkan hujan buatan, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah lain untuk memastikan sektor pertanian tetap mendapat pasokan air. Pemetaan wilayah rawan kekeringan dilakukan bersama Dinas Pertanian di masing-masing kabupaten/kota.
Dari pemetaan tersebut, pemerintah menyiapkan tiga skema utama. Pertama, mengoperasikan pompa jika masih terdapat sumber air permukaan. Kedua, membangun sumur bor di wilayah yang memungkinkan untuk memanfaatkan air tanah. Ketiga, membangun jaringan pemipaan untuk mendistribusikan air ke lokasi yang membutuhkan.
Emil mengatakan bantuan pompa bahkan telah disalurkan sebelum musim kemarau sebagai langkah antisipasi. Sementara untuk wilayah yang sudah terdampak kekeringan, Pemprov Jatim menyiapkan dukungan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Anggaran tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan, termasuk membantu petani yang mengalami dampak kekeringan hingga gagal panen. Salah satu bentuk intervensi yang disiapkan adalah penyediaan bibit untuk musim tanam berikutnya bagi petani yang mengalami gagal panen.
âApabila ada konteks kebutuhan tertentu yang harus didukung, tentu kita bahu-membahu dengan pemerintah pusat. Dengan bupati/wali kota juga harus kita ikhtiarkan, bukan hanya dibatasi pada itu,â pungkas Emil.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















