Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hujan Turun hingga Maret, Waspada Pergerakan Saat Lebaran

Hujan Turun hingga Maret, Waspada Pergerakan Saat Lebaran
Ilustrasi hujan (IDN Times/ Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • BPBD Jawa Timur mengimbau warga tetap waspada karena BMKG memprediksi hujan masih akan turun di sejumlah wilayah Jatim hingga Maret 2026 dengan intensitas rendah hingga sedang.
  • Beberapa daerah seperti Pasuruan, Lamongan, dan Probolinggo masih terdampak banjir akibat luapan sungai, sementara mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat menjelang Lebaran.
  • Masyarakat diminta berhati-hati beraktivitas di area rawan longsor, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG untuk mengurangi risiko bencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - BPBD Jawa Timur (Jatim) meminta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut hujan masih akan mengguyur sejumlah wilayah Jatim hingga Maret 2026.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan saat ini beberapa daerah masih terdampak banjir. Meski intensitas hujan tergolong sedang, genangan terjadi akibat luapan sungai di sejumlah titik. “Hingga saat ini, bencana masih banyak. Seperti hari ini, masih ada Pasuruan, Lamongan, dan Probolinggo yang mengalami banjir,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurut Gatot, berdasarkan informasi BMKG, potensi hujan hingga Maret masih ada, namun dengan intensitas rendah hingga sedang. Kendati demikian, masyarakat diminta tidak lengah, terutama menjelang momen Lebaran yang diperkirakan meningkatkan mobilitas warga dan wisatawan.

“Tetapi karena mengingat di bulan Maret masuk adanya hari Lebaran, maka perlu adanya antisipasi oleh warga maupun para pengunjung dari luar Provinsi Jawa Timur yang melintas ataupun menikmati alam di Jawa Timur,” imbuhnya.

BPBD Jatim mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di lokasi wisata alam dan jalur-jalur yang rawan longsor. Warga juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG.

“Agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkegiatan, juga para wisatawan ataupun warga yang melintas wilayah Jawa Timur, terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG,” kata Gatot.

Selain kewaspadaan terhadap cuaca, BPBD juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk meminimalkan risiko banjir. Masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.

Gatot juga memberikan sejumlah tips keselamatan saat hujan, seperti berteduh di tempat aman yang jauh dari potensi pohon tumbang atau benda jatuh, serta menggunakan perlengkapan keselamatan seperti jaket dan sepatu boot. “Contohnya, kalau hujan kita berteduh di tempat-tempat yang jauh dari potensi jatuhnya barang ataupun patahnya pohon, ranting. Dan juga gunakan selalu alat keselamatan pada saat hujan,” pesannya.

Ia menegaskan BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan langkah antisipasi, mulai dari perbaikan selokan dan tanggul hingga normalisasi sungai.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More