Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hadapi El Nino, Bulog Ponorogo Jamin Pasokan Beras Aman hingga 2027
Stok beras di Gudang Bulog saat ini mecapai 900 ribu ton. IDN Times/Istimewa.
  • Bulog Ponorogo memastikan stok beras mencapai sekitar 90 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Ponorogo, Magetan, dan Pacitan hingga tahun depan.
  • Pemerintah melalui Bulog terus menyerap gabah dan beras dari petani guna memperkuat Cadangan Beras Pemerintah sebagai antisipasi dampak El Nino terhadap produksi pangan.
  • Meski BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan lebih kering akibat El Nino, harga dan distribusi beras di wilayah kerja Bulog Ponorogo masih stabil dan lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Magetan, IDN Times – Ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan menguat pada musim kemarau tahun ini turut menjadi perhatian pemerintah. Kondisi tersebut berpotensi memicu cuaca lebih panas dan kering sehingga dapat memengaruhi produksi pertanian serta ketahanan pangan nasional.

Di tengah kondisi itu, Perum Bulog Cabang Ponorogo memastikan stok beras untuk wilayah kerja Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Pacitan masih dalam kondisi aman.

Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan saat ini cadangan beras yang tersimpan di tiga gudang Bulog mencapai sekitar 90 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan. "Stok beras yang kami miliki sekarang sekitar 90 ribu ton. Dengan jumlah itu, kami optimistis kebutuhan masyarakat masih aman sampai tahun depan ya," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Menurut Budiwan, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani selama harga pembelian masih sesuai ketentuan pemerintah. Upaya itu dilakukan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai langkah antisipasi jika produksi pangan terganggu akibat cuaca ekstrem.

"Kami tetap melakukan penyerapan. Harapannya stok ini bisa terus bertahan bahkan bertambah hingga tahun depan," katanya.

Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi peluang terjadinya El Nino pada 2026 cukup tinggi. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau berlangsung pada Juli hingga September 2026, dengan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kondisi yang lebih kering dari normal. Kondisi ini perlu diantisipasi karena berpotensi mengganggu sektor pertanian dan ketersediaan air.

Meski demikian, Budiwan memastikan hingga kini dampak terhadap ketersediaan beras di wilayah kerja Bulog Ponorogo belum terlihat. Harga beras di pasaran masih relatif stabil dan distribusi berjalan lancar. "Harga beras sampai sekarang masih stabil. Penyaluran juga lancar, pasokan beras medium maupun premium di pasar masih cukup banyak," jelasnya.

Terakhir Bulog berjanji akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi pangan sembari meningkatkan serapan hasil panen petani. Dengan stok mencapai 90 ribu ton di tiga gudang yang melayani Kabupaten Ponorogo, Magetan, dan Pacitan, Bulog optimistis ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga meski Indonesia menghadapi ancaman El Nino pada musim kemarau tahun ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article