Belanja Minggu Ini: Cabai Naik, Telur dan Ayam Bikin Lega

- Harga cabai di Jawa Timur melonjak, terutama cabai rawit merah yang naik lebih dari 5 persen menurut data Siskaperbapo per 6 Juli 2026.
- Beberapa bahan pokok seperti ayam ras, bawang merah, dan telur menunjukkan tren penurunan harga sehingga masyarakat merasa sedikit lega saat berbelanja.
- Pemerintah daerah terus memantau pasokan dan distribusi untuk mencegah gejolak harga, khususnya pada komoditas cabai yang masih menjadi perhatian utama.
Surabaya, IDN Times - Harga kebutuhan pokok di Jawa Timur (Jatim) kembali bergerak variatif. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim per Senin (6/7/2026), cabai menjadi komoditas yang mengalami kenaikan, sementara harga ayam, telur, hingga bawang merah mulai menunjukkan tren penurunan.
Data Siskaperbapo mencatat, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi. Harganya naik Rp2.326 per kilogram atau 5,47 persen, dari Rp42.505 menjadi Rp44.831 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang naik Rp709 menjadi Rp32.039 per kilogram serta cabai merah besar yang naik Rp208 menjadi Rp30.561 per kilogram.
Selain cabai, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan tipis, di antaranya beras medium yang naik menjadi Rp12.971 per kilogram, beras premium menjadi Rp14.984 per kilogram, telur ayam ras menjadi Rp23.179 per kilogram, serta minyak goreng curah menjadi Rp20.466 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa kebutuhan pokok justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras turun Rp267 menjadi Rp30.695 per kilogram, sedangkan ayam kampung turun menjadi Rp69.744 per ekor.
Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang kini berada di angka Rp36.235 per kilogram atau turun Rp792 dibandingkan hari sebelumnya. Harga gula kristal putih, minyak goreng kemasan premium, MinyaKita, garam, hingga susu juga tercatat mengalami koreksi tipis.
Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat. Warga Driyorejo, Kabupaten Gresik, Santi, mengaku harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami penurunan sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) libur. Terutama telur yang menyentuh harga Rp20 - 22 ribu per kilogram.
"Memang turun sejak MBG libur, terutama beberapa bahan untuk masak," ujarnya.
Sementara itu, warga Lamongan, Siti, menilai harga kebutuhan pokok saat ini relatif stabil bahkan cenderung menurun dibanding beberapa pekan lalu.
"Sekarang sudah lebih stabil, malah beberapa bahan mulai turun," katanya.
Hal senada disampaikan warga Surabaya, Okta. Ia mengaku mulai merasakan penurunan harga, terutama pada komoditas telur dan daging ayam yang menjadi kebutuhan sehari-hari.
"Yang paling terasa sekarang telur sama ayam sudah mulai turun, jadi belanja sedikit lebih ringan," tuturnya.
Meski demikian, kenaikan harga cabai masih menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Pemerintah daerah terus memantau pasokan dan distribusi agar gejolak harga tidak berlanjut, terutama menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada pertengahan tahun.


















