Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jatim Sumbang Kontingen Terbanyak di WorldSkills Competition Shanghai

Jatim Sumbang Kontingen Terbanyak di WorldSkills Competition Shanghai
Kontingen WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026 dari Jawa Timur. (Dok. Humas Pemprov Jatim)
Intinya Sih
  • Jawa Timur menjadi penyumbang kontingen terbanyak Indonesia di WorldSkills Competition Shanghai 2026 dengan tujuh peserta dari total 21 kontingen nasional.
  • Kompetisi berlangsung 22–27 September 2026 di Shanghai, menghadirkan lebih dari 1.400 talenta muda dari 70 negara dalam 64 bidang keahlian vokasi.
  • Peserta asal Jatim telah menjalani Training Center bersama industri sejak April dan akan lanjut sparing di Korea Selatan sebagai persiapan menuju ajang internasional tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Jawa Timur menjadi penyumbang kontingen terbanyak Indonesia pada ajang WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026. Dari total 21 kontingen Indonesia yang akan berlaga pada kompetisi keterampilan vokasi tingkat dunia tersebut, tujuh di antaranya berasal dari Jawa Timur.

WSC Shanghai 2026 akan berlangsung pada 22–27 September 2026 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai, China. Kompetisi ini akan mempertemukan lebih dari 1.400 talenta muda dari lebih dari 70 negara dalam 64 bidang kompetensi yang terbagi ke dalam lima kategori keahlian.

Diajang ini, sebanyak 64 bidang kompetensi keahlian akan dilombagakan yang terbagi dalam lima kategori yakni Manufacturing and Engineering Technology, Information and Communication Technology, Construction and Building Technology, Transportation and Logistics, Creative Arts and Fashion, dan Social and Personal Services.

Tujuh wakil Jawa Timur tersebut adalah Reno Surya Permana yang merupakan alumni SMKN 1 Jenangan, dan Rouf Aufa Rifqi alumni SMKN 1 Jenangan pada bidang Mechatronics, Edsel Parama Mustapa alumni SMKS PGRI 3 Malang bidang Software Applications Development, Pandu Dewangga Reanata SMKN 1 Singosari bidang Industrial Control, Muhammad Henry Akmal Muzakki alumni SMKS Antartika 2 Sidoarjo bidang Robot Systems Integration, Dewangga Pratama Putra SMKS Krian 2 Sidoarjo bidang Autobody Repair, serta Tegar Eka Fitrianto alumni SMKS Muhammadiyah 1 Kepanje bidang Heavy Vehicle Technology.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah kontingen terbanyak pada WSC 2026.

"Selamat berjuang dan bertanding anak-anakku. Tunjukkan kompetensi terbaik kalian. Bawa bangga nama kalian, nama orang tua kalian, dan nama Jawa Timur di kancah internasional," ujar Aries, Minggu (5/7/2026).

Mantan Pj Wali Kota Batu ini, WorldSkills Competition merupakan ajang bergengsi dengan tingkat persaingan tinggi karena diikuti peserta terbaik yang berasal dari sekolah vokasi, perguruan tinggi, maupun dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kompetisi ini juga menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi sekaligus implementasi kerja sama antara satuan pendidikan dengan industri.

"Ada 21 kontingen dari Indonesia, tujuh di antaranya dari Jawa Timur dan menjadi penyumbang terbanyak nasional untuk WSC. Kita ingin mengetahui sejauh mana kompetensi lulusan pendidikan vokasi serta implementasi kerja sama dengan DUDI dalam penyusunan kurikulum. Dengan begitu, kesenjangan kompetensi yang masih ada dapat diidentifikasi dan diselaraskan dengan standar global," katanya.

Seluruh peserta telah menjalani Training Center (TC) bersama industri sebagai bagian dari persiapan menuju WSC Shanghai 2026.

Menurutnya, program TC telah dimulai sejak April 2026 di China dan akan dilanjutkan dengan sparing di Korea Selatan pada Juli 2026. Durasi latihan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bidang kompetensi.

Lebih lanjut, Aries menyebut, peserta WorldSkills berasal dari dua jalur seleksi, yakni melalui ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang berjenjang mulai tingkat sekolah hingga nasional, serta seleksi yang dilakukan langsung oleh industri yang menjadi sponsor atau yang lebih dikenal dengan InaSkills, kompetisi yang digelar oleh Kemnaker.

"Peserta yang telah ditetapkan sebagai kontingen WorldSkills mengikuti Training Center bersama industri dan sparing dengan beberapa negara seperti Korea Selatan dan China. Untuk bidang yang juga dipertandingkan di LKS, peserta umumnya merupakan juara pertama LKS Nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian peserta Indonesia juga telah memiliki pengalaman bertanding pada ajang WorldSkills ASEAN, bahkan ada yang berhasil meraih medali emas sebelum melaju ke WorldSkills Competition tingkat dunia. Hal tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di Shanghai.

Kadindik berharap para peserta asal Jawa Timur mampu meraih prestasi sekaligus menjadi representasi keberhasilan pendidikan vokasi yang telah dibangun melalui kolaborasi dengan dunia industri.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More