Belanja Makin Hemat! MBG Libur Warga Ngawi Makmur

- Harga berbagai bahan pokok di Pasar Besar Ngawi turun signifikan selama libur Program Makan Bergizi Gratis, membuat belanja warga jadi lebih hemat.
- Penurunan harga memicu lonjakan pembeli dan meningkatkan penjualan pedagang, meski ada komoditas seperti wortel yang justru naik harga.
- Warga, terutama ibu rumah tangga, menyambut gembira harga murah ini dan berharap tren tersebut bertahan meski program MBG kembali berjalan.
Ngawi, IDN Times – Libur sekolah tak hanya membuat aktivitas belajar mengajar berhenti sementara. Di Ngawi, Jawa Timur, jeda pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga membawa kabar baik bagi para ibu rumah tangga. Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Besar Ngawi kompak turun, sehingga belanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih hemat.
Berikut tiga fakta menarik di balik turunnya harga bahan pokok selama Program MBG libur.
1. Harga ayam, telur hingga cabai kompak turun

Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Jumat (3/7/2026), menunjukkan sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga. Daging ayam yang sebelumnya dijual Rp35 ribu–Rp36 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp29 ribu. Telur ayam juga turun dari Rp25 ribu menjadi Rp21 ribu per kilogram.
Penurunan serupa terjadi pada cabai rawit yang kini dijual Rp48 ribu dari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram. Bawang merah turun dari Rp45 ribu menjadi Rp37 ribu, tomat dari Rp12 ribu menjadi Rp10 ribu, sawi dari Rp7 ribu menjadi Rp4 ribu, dan kubis dari Rp12 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.
2. Pembeli membludak, penjualan pedagang ikut naik

Turunnya harga membuat pasar lebih ramai dibanding biasanya. Pedagang daging ayam, Endang Lestari, mengaku jumlah pembelinya meningkat sehingga penjualan ikut terdongkrak.
"Sekarang pembeli ramai karena harga telur dan daging ayam turun. Dalam sehari saya bisa menjual sekitar 20 ekor ayam, sebelumnya hanya sekitar 10 ekor. Kemungkinan harga akan naik lagi setelah libur sekolah selesai karena MBG kembali berjalan," ujarnya.
Meski mayoritas komoditas turun, wortel justru mengalami kenaikan harga dari Rp18 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram.
3. Ibu rumah tangga berharap harga murah bertahan

Penurunan harga disambut antusias masyarakat. Salah seorang pembeli, Girga Anggun Pertiwi, mengaku pengeluaran belanja rumah tangganya menjadi lebih ringan.
"Semua harga turun, kita masyarakat jadi senang, terutama ibu-ibu. Penyebabnya karena MBG libur," katanya.
Pedagang memperkirakan tren harga murah ini hanya berlangsung selama masa libur sekolah. Saat Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan, permintaan bahan pangan diprediksi meningkat sehingga harga sejumlah komoditas berpotensi kembali naik.


















