Ditlantas Polda: 570 Kecelakaan di Jatim Terbanyak Surabaya

Surabaya, IDN Times - Polda Jawa Timur (Jatim) bersama Polres jajaran telah menggelar Operasi Zebra Semeru 2024 selama dua pekan. Dalam operasi ini masih ditemukan beberapa pelanggaran bahkan kecelakaan hingga meninggal.
Catatan Ditlantas Polda Jatim, ada sebanyak 570 kejadian kecelakaan menyebabkan korban meninggal dunia 21 orang, korban luka berat 59 orang, korban luka ringan 837 orang dan kerugian materil Rp833, 2 juta
Angka kejadian ini mengalami penurunan dibandingkan selama periode operasi tahun 2023. Tahun 2023 terjadi 922 kejadian kecelakaan, 68 korban meninggal dunia, 27 luka berat, 1.335 luka ringan dan kerugian materil Rp1, 048 miliar.
"Tahun 2023 sebanyak 922 kejadian, tahun 2024 sebanyak 570 kejadian. Korban meninggal dunia mengalami penurunan sebanyak 69 persen, luka berat naik 119 persen, luka ringan turun 37 persen," ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin, Rabu (30/10/2024).
Untuk jenis laka lantas 14 hari didominasi tabrak depan samping 203 kejadian, tabrak depan-depan 113 kejadian, depan-belakang 112 kejadian. Sementara untuk waktu kejadian laka lantas terjadi pukul 06.00-09.00 dengan 113 kejadian. Pukul 15.00-18.00 sebanyak 94 kejadian dan pukul 09.00-12.00 ada 86 kejadian.
Peringkat jumlah laka lantas per polres jumlah kejadian Polres tertinggi pertama Polrestabes Surabaya, jumlah 26 kejadian, korban meninggal dunia 2 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 32 orang.
Kedua Polres Gresik 23 kejadian, korban meninggal dunia nihil, luka berat 2 orang dan luka ringan 31 orang. Ketiga Polres Tuban ada 22 kejadian, korban meninggal dunia nihil, luka berat 1 orang dan luka ringan 27 orang.
"Untuk pelanggaran lalu lintas selama 14 hari yang ditindak roda dua didominasi pengendara tanpa menggunakan helm 50.202 pelanggaran, disusul pengendara di bawah umur 17.381 pelanggaran, dan melawan arus 13.119 pelanggaran," tegasnya.
Untuk kendaraan roda empat pelanggaran didominasi tidak menggunakan sabuk pengaman 3.624 pelanggaran, dan melanggar lampu lalu lintas 2.966 pelanggaran.
Sementara hasil analisis dan evaluasi pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2024 yang dilaksanakan selama 14 hari dari fakta dan data bisa menekan angka kecelakaan dengan tingkat pelanggaran yang tinggi.
"Artinya memang dibutuhkan keseriusan kita dan juga empati dari masyarakat untuk sama-sama menjaga perilaku-perilaku pelanggaran yang ada di depan mata khususnya yang memang kasat mata untuk kita bisa mencegah," ungkapnya.
"Sehingga kedepan tentunya dengan berbagai pola mulai preemtif, preventif sampai penegakan hukum ini kita mampu menekan tingkat fatalitas dari korban kecelakaan lalu lintas," pungkasnya.

















