Alat di Dapur MBG Meledak, Ribuan Siswa di Ngawi Tak Dapat Makan Gratis

- Ledakan dapur program Makan Bergizi Gratis di Desa Kandangan membuat lebih dari 1.500 siswa dari 22 sekolah kehilangan jatah makan gratis dan distribusi dihentikan sementara.
- Pihak sekolah mengimbau wali murid agar membekali anak-anak dari rumah supaya kegiatan belajar tetap berjalan normal meski tanpa dukungan program MBG.
- Ledakan yang diduga berasal dari alat pengering ompreng melukai satu pekerja, merusak sebagian bangunan dapur, dan membuat area tersebut dipasangi garis polisi.
Ngawi, IDN Times – Ledakan alat pengering ompreng di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Jawa Timur, berdampak luas terhadap aktivitas belajar siswa. Lebih dari 1.500 pelajar dari jenjang TK hingga SMP dilaporkan tak mendapatkan jatah makan gratis dan kembali membawa bekal dari rumah hari ini, Kamis (9/4/2026), menyusul penghentian distribusi pasca insiden yang terjadi pada Rabu malam.
1.

Ledakan dapur MBG di Desa Kandangan berdampak luas. Lebih dari 1.500 siswa dari 22 sekolah, mulai dari TK hingga SMP, tidak mendapatkan jatah makan seperti biasanya. Program yang baru berjalan sekitar sepekan itu pun terpaksa dihentikan sementara. Guru SD Negeri Karangasri 1, Betty Idayanti, mengatakan pihak sekolah menerima pemberitahuan mendadak pada malam hari.
“Kita dapat pesan di grup malam tadi, tidak ada kiriman MBG mulai hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.
2. Sekolah kembali andalkan bekal dari rumah

Pasca insiden, pihak sekolah langsung mengimbau wali murid agar membekali anak-anak mereka dari rumah. Langkah ini diambil agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal meski tanpa dukungan program MBG. “Terus wali murid kita imbau bawa bekal,” lanjut Betty.
Hal serupa juga dilakukan di TK Dharma Wanita Karangasri. Sekitar 40 siswa yang biasanya menerima MBG setiap pagi kini kembali membawa bekal masing-masing.
Kepala sekolah TK Dharma Wanita Karangasri, Endang Setiyowati, menyebut keputusan itu merupakan kebijakan darurat. “Kita biasanya dapat MBG, mungkin karena insiden tadi malam, akhirnya kebijakan kita bawa bekal kembali karena tidak ada kiriman MBG,” jelasnya.
3. Ledakan lukai pekerja dan rusak bangunan

Ledakan terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 18.51 WIB, diduga berasal dari alat pengering ompreng. Insiden ini menyebabkan satu pekerja mengalami luka dan merusak sebagian bangunan dapur.
Hingga kini, dapur MBG masih belum beroperasi. Pantauan di lokasi menunjukkan area dapur sepi tanpa aktivitas, dengan ruangan yang terdampak masih dipasangi garis polisi. Distribusi MBG pun dihentikan sementara waktu hingga proses penanganan dan perbaikan selesai dilakukan..

















